Krimsus86.com/Karawang —
Keberadaan agen LPG 3 kilogram PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera di Kabupaten Karawang mendadak menjadi perhatian publik. Perbedaan alamat yang tertera pada papan informasi dan truk pengangkut tabung gas bersubsidi itu memunculkan tanda tanya serius di tengah masyarakat.
Di sebuah papan informasi yang terpampang jelas di depan gerbang, tepatnya di lokasi SPBU Pancawati, tertulis: Agen LPG 3 Kg PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera beralamat di Kp Mulyasari RT 002 RW 005 Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Tulisan tersebut berdiri tegas, seolah menjadi penegasan identitas resmi dan legalitas operasional agen.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Nama agen yang sama juga tertera pada truk pengangkut LPG 3 kilogram, tetapi dengan alamat lain, yakni Jalan Tuparev No. 193, Karawang. Dua alamat berbeda untuk satu agen resmi LPG bersubsidi, memantik pertanyaan mendasar: apakah satu agen diperbolehkan memiliki dua alamat operasional berbeda? Dan apakah kondisi ini diketahui oleh pihak penanggung jawab distribusi LPG bersubsidi?
Tim media Krimsus86.com berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera pada Rabu, 25 Februari 2026. Namun, tidak satu pun pengurus yang dapat dimintai keterangan saat didatangi di lokasi. Upaya konfirmasi kemudian disampaikan melalui Fahmi, petugas keamanan setempat untuk diteruskan kepada pihak pengelola.
Melalui sambungan telepon pada Rabu malam, 25 Februari 2026, Fahmi menyampaikan jawaban dari pihak agen PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera, bahwa alamat resmi perusahaan berada di Jalan Tuparev, Karawang.
“Dari jawaban pengurus agen, informasinya untuk alamat PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera itu ada di Tuparev, kalau yang di sini hanya pangkalan saja,” ujarnya.
Untuk memastikan, kembali tim media mendatangi lokasi SPBU PANCAWATI dan menanyakan nya kembali pada Fahmi.
” Untuk hal itu, jawaban nya sama pak ,dengan yang semalam saya telpon”. Ucapnya
Keterangan tersebut justru bertolak belakang dengan papan informasi yang terpasang di Desa Pancawati. Pada papan tersebut tertulis jelas status sebagai Agen LPG 3 Kg, bukan sekadar pangkalan. Dan pangkalan tersebut memang ada di samping nya dengan nama SPBU 34_41304.
Perbedaan data ini bukan persoalan sepele. LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang distribusinya diawasi ketat karena menyangkut kebutuhan masyarakat kecil. Kejelasan identitas dan alamat agen menjadi bagian krusial dalam sistem pengawasan distribusi, guna mencegah potensi penyimpangan.
Publik kini menanti klarifikasi resmi. Apakah perbedaan ini hanya kesalahan administratif dalam penulisan papan informasi? Ataukah terdapat persoalan perizinan dan administrasi yang belum tuntas?
Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola distribusi LPG bersubsidi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Mulia Jaya Abadi Sejahtera maupun dari pihak Pertamina terkait perbedaan alamat tersebut. Misteri dua alamat dalam satu nama agen ini pun masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat Karawang.
(Red)*






