Krimsus86.com Palas, 14 Februari 2026 – Tanggul penahan banjir di kawasan Way Pisang, Kecamatan Palas, dilaporkan mengalami pengikisan serius setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam pada Jumat malam (13/2).
Tanggul yang baru saja diperbaiki menggunakan material urukan batu cadas dan tanah tersebut kembali longsor di beberapa titik. Berdasarkan pantauan di lapangan, konstruksi tanggul belum dilengkapi penguatan bronjong sehingga material urukan mudah terkikis arus air hujan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, khususnya para petani di sekitar aliran sungai. Material tanah dan batu yang terbawa arus dikhawatirkan dapat ambrol dan menutup sebagian area persawahan di bawah tanggul.
Seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa tanggul tersebut belum selesai dikerjakan secara menyeluruh sebagai upaya antisipasi banjir. Namun, menurutnya, pengerjaan dinilai belum maksimal karena struktur urukan belum padat dan belum memiliki penguat seperti bronjong.
“Kalau pengerjaannya seperti ini, mau berapa kali ditimbun akan jebol kembali. Seharusnya ada penguat seperti bronjong, ini sama sekali tidak ada. Kami sudah tiga kali gagal tanam. Kalau hanya seperti ini, kami akan selalu was-was,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Longsor susulan masih berpotensi terjadi mengingat kondisi tanah yang jenuh air serta curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Para petani mengaku khawatir erosi akan semakin parah dan memicu banjir yang berdampak langsung pada lahan pertanian mereka.
Masyarakat berharap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung segera mengambil langkah preventif dan penanganan permanen guna memperkuat tanggul, sehingga lahan pertanian warga dapat terlindungi dari ancaman banjir dan gagal panen.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk memastikan keamanan tanggul dan mencegah kerusakan yang lebih luas di kawasan Way Pisang.
Pewarta: Jun
Editor: Biro Lamsel Media Krimsus86.com






