Krimsus86.com, CANDIPURO, LAMPUNG SELATAN – Pasca mencuatnya kasus dugaan investasi bodong yang melibatkan perusahaan Senai Jaya Ratu, sejumlah aparatur Pemerintah Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan sulit dihubungi dan jarang terlihat menjalankan aktivitas pemerintahan.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, Kepala Desa Bumi Jaya bersama beberapa perangkat desa, di antaranya berinisial Gusul dan Tino, sudah beberapa hari terakhir tidak tampak berada di kantor desa. Bahkan, nomor WhatsApp kepala desa dilaporkan tidak dapat dihubungi, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Sudah beberapa hari ini kepala desa tidak terlihat. Dihubungi juga tidak bisa. Kantor desa sepi dan urusan masyarakat jadi terbengkalai,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terlebih setelah munculnya laporan bahwa ribuan warga diduga menjadi korban investasi bodong yang dilakukan oleh perusahaan Senai Jaya Ratu, yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan oknum perangkat desa setempat. Namun demikian, hingga kini keterkaitan tersebut masih bersifat dugaan dan belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Sejumlah tokoh masyarakat Desa Bumi Jaya pun menyampaikan keprihatinan dan mendesak pihak Kecamatan Candipuro agar segera turun tangan guna memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terhenti.
“Pemerintahan desa menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai warga dibiarkan kebingungan tanpa kejelasan. Kami berharap camat segera mengambil langkah tegas,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bumi Jaya maupun Camat Candipuro belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap adanya respons cepat, transparan, dan bertanggung jawab dari pemerintah kecamatan serta instansi terkait demi menjaga stabilitas dan pelayanan publik di desa.
Pewarta: M. Dahlan






