Di sudut paling sunyi TPU Nyi Resik, Sindang, Indramayu, ada barisan gundukan tanah tanpa nisan. 

Di sudut paling sunyi TPU Nyi Resik, Sindang, Indramayu, ada barisan gundukan tanah tanpa nisan.

Minggu , 23 – November – 2025 Krimsus86.com – Indramayu Jawabarat – Tak ada nama. Tak ada tanggal lahir. Tak ada tanda apa pun yang bisa bercerita tentang siapa yang terbaring di bawahnya.

Berita Lainnya

Beberapa hanya ditandai potongan batu bata. Sebagian lainnya bahkan dibiarkan tanpa penanda—hanya tanah yang pelan-pelan ditelan rumput liar.

Mereka meninggal dalam sepi. Tak ada keluarga yang datang mencari. Tak ada doa yang mengiring. Tak ada jejak identitas yang tersisa.

“Udah nggak kehitung berapa jenazah di sini, ini itu tempat orang-orang yang nggak ada identitasnya,” kata Rusja (83), penjaga makam yang sudah puluhan tahun merawat TPU ini dengan tangannya sendiri kepada media krimsus86.com korwil jawabarat Wardono hasan saputra ,S.E.

Sepanjang 2025 saja, sudah ada lima jenazah baru tanpa nama dimakamkan di sini.

Salah satunya masih sangat baru, tanahnya belum kering. Jasad itu datang dari RSUD, tanpa identitas apapun.

Kebanyakan dari mereka adalah ODGJ yang meninggal di jalan, korban kecelakaan, tubuh tanpa identitas yang ditemukan di sungai atau laut.

Di area ini, lahan diketahui sudah penuh. Sampai-sampai beberapa makam dibuat tiga lapis. Jasad yang sudah menjadi tulang digali kembali untuk memberi ruang bagi jasad baru yang bernasib sama. Jasad yang sebelumnya menjadi tulang lalu ditimbun lagi pada malam yang sama.

Namun, di antara semua makam tanpa identitas itu, ada dua yang kini sudah berkeramik rapi. Dahulu mereka pun tak bernama.

Sampai suatu ketika, seminggu setelah pemakaman, keluarganya datang. Akhirnya dikenali.

Rusja hanya bisa tersenyum kecil saat menceritakannya—ada rasa lega tiap kali satu jenazah akhirnya diketahui siapa dia.

Tapi di balik itu semua, ada satu kekhawatiran yang tidak pernah hilang dari hati seorang penjaga makam tua.

“Saya nggak bisa ngebayangin kalau nanti saya nggak ada… siapa yang mau rawat makam di sini?”

Kalimat itu meluncur pelan, seolah tertahan oleh usia yang makin renta.

Sumber.penjaga makam sindang indramayu

pewarta .Wardono hs.s.e

Krimsus86.com – Jawabarat

Pos terkait