Detik Detik Kakek 56 Tahun Selamatkan Santri dari Arus Banjir Bandang di Aceh Tenggara

Krimsus86.com – Aceh Tenggara jum’at 28 November 2025,Sebuah tindakan heroik terjadi saat banjir bandang melanda wilayah Aceh Tenggara pada Kamis pagi, 27 November 2025. Seorang warga berusia 56 tahun bernama Rabumas Selian, dikenal dengan sapaan Abg (Lark), berhasil menyelamatkan seorang santri berusia sekitar 14 tahun yang terseret arus sungai.
Korban bernama Tio, santri asal Gayo Lues yang tengah menuntut ilmu di Pesantren Seldok, Kecamatan Ketambe. Saat banjir bandang terjadi, korban terbawa arus dari kawasan sekitar pesantren hingga ke aliran sungai di Desa Kumbang Kute Pasir, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara.
Menurut keterangan saksi, Rabumas saat itu tengah berupaya menyelamatkan hewan peliharaannya di tengah kondisi banjir. Ia kemudian mendengar suara permintaan tolong dari arah sungai dan melihat seorang anak sedang hanyut dibawa arus.
Tanpa ragu, Rabumas langsung berlari menuju tepian sungai dan terjun ke air untuk menolong korban. Dengan kondisi debit air yang diperkirakan mencapai tiga meter, Rabumas berhasil membawa korban ke tepi sungai dan mengamankannya.
“Alhamdulillah, saya bisa menyelamatkan anak itu. Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan,” ujar Rabumas saat dikonfirmasi.
Korban selanjutnya dibantu warga untuk mendapatkan perawatan pascakejadian.
Aksi penyelamatan tersebut mendapat perhatian luas masyarakat baik di Aceh Tenggara maupun Gayo Lues. Unggahan mengenai kejadian ini banyak dibagikan di media sosial dan menuai apresiasi terhadap keberanian Rabumas.
Sejumlah warga dan pihak pemerintah setempat dikabarkan telah menemui Rabumas untuk menanyakan langsung kronologi penyelamatan dan menyampaikan rasa terima kasih atas keberaniannya.
“Terima kasih kepada Pak Rabumas. Ketulusan Anda menyelamatkan anak kami tidak akan kami lupakan,” ujar perwakilan warga Gayo Lues.
Banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Ketambe dan Kecamatan Badar pada hari tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan. Aparat pemerintah daerah telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat bagi warga terdampak.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan keberanian masyarakat berperan penting dalam penanganan bencana. Rabumas, melalui aksinya, menunjukkan bahwa siapapun dapat menjadi penolong bagi sesama.
Penulis: Tomi Pasla, S.Pd
Kontak: 0853-6236-8139
Editor: Tim Krimsus86.com






