Senin,30,Maret ,2026 Krimsus86.com – Indramayu Jawabarat- Pembudidaya ikan Nila di Indramayu meminta agar Desa Kandanghaur, Kecamatan Kandanghaur dijadikan salah satu wilayah budidaya ikan Nila. Permintaan ini disampaikan oleh petani budidaya ikan Nila Kandanghaur saat bertemu dengan utusan dari kementeri Kelautan dan Perikanan Ciko Raditiya di dampingi pihak perhutani Indramayu Jumat (27/03/2026).
Salah seorang pembudidaya ikan Nila yang meminta agar tambak dijadikan wilayah budidaya Nila tersebut adalah petani budidaya ikan nila mengatakan permintaan ini seiring dengan banyaknya pembudidaya ikan Nila di desa Kandamghaur yang ada di wilayah Pantura kandanghaur ini.
”Kami juga memohon petunjuk dari Pak Ciko Raditiya karena kami masih kesulitan untuk menjual hasil budidaya karena banyaknya aturan untuk ekspor ikan,” kata petani tambak nila saat tanya jawab dengan Ciko Raditiya
Selain meminta adanya kemudahan ekspor ikan Nila, petani dan para petani lainnya juga meminta agar pengurusan ijin bagi petambak ikan Nila dipermudah.
”Ada 21 perizinan yang harus ditempuh untuk bisa menjadi petambak kerapu, maka kami meminta agar pemerintah menyederhanakan proses perizinan ini,” kata Masudi, petani budidaya Nila lainnya.
Menanggapi permintaan petani, Ciko Raditiya mengatakan sejak pintu ekspor ikan Nila dibuka, ekspor ikan Nila Indonesia saat ini naik 5 persen. Ikan Nila, menurut Ciko, akan mahal harganya jika dijual dalam keadaan hidup, untuk itu langkah pertama yang dilakukan adalah menggaet pembeli ikan Nila ke indonesia dan ke depan agar pembeli ikan menyiapkan kapalnya untuk mengangkut ikan.
”Kami sudah melakukan perapian aturan-aturan yang ada. Kementerian Kelautan dan perikanan juga sudah membuat MOU dengan Kapolri dan sepakat jika ada kekurangan perizinan hanya diberikan pembinaan dan KKPRI juga membuat kesepakatan dengan Kejaksaan,” jelasnya.
Terkait kunjungan ini, CIKO RADITIYA menyatakan kunker ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi para petambak Nila, terutama di Kandanghaur. Kementerian, kata Ciko, juga ada kemudahan untuk para petambak untuk memperoleh modal dari Bank.
”Kementerian sudah memberi banyak kemudahan dalam hal modal karena hanya dibebani bunga 3 persen pertahun,” ungkapnya.
Camat Kandanghaur Risyad Nurdin S.sos Stp dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada utusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang tetap memperhatikan kesejahteraan para Petambak. Untuk itu, Camat Kandanghaur Risyad Nurdin juga meminta kepada utusan menteri KKP agar sering berkunjung ke Kandanghaur untuk memberikan penguatan kepada petani Tambak ikan Nila, terutama di Kandanghaur
”Di tengah-tengah pandemi ini kami berterima kasih kepada utusan menteri KKP masih melaksanakan kunker di wilayah Indramayu, dengan kehadiran utusan Menteri KKP dapat memberikan semangat bagi para nelayan dan pembudidaya,” ungkapnya.
Sementara, Kapolsek Kandanghaur AKP JONI SH mengungkapkan, 60 persen wilayah Kandanghaur merupakan wilayah sawah dan tambak yang dibelah oleh kali prawan. Terkait budidaya ikan Nila, AKP JONI SH menyebut harus terus dikembangkan karena hasil pertahunnya sangat kecil.
”Kandanghaur ada 2 TPI dalam penjualan hasil ikan tambak /empang, bagi pembudidaya, pengerukan tambak sangat diperlukan bagi nelayan,” jelasnya.
Sebelum berdialog, Ciko Raditiya juga melaksanakan peninjauan tambak ikan Nila. Rombongan utusan menteri KKP juga berkesempatan untuk melakukan penebaran benih ikan Nila bersama dengan Perhutani dan Kapolsek Kandanghaur, Ciko Raditiya juga melakukan penyerahan pinjaman modal kerja oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI kepada kelompok budidaya ikan Kandanghaur.
Sumber : Krimsus86.com Jawabarat
Wardono Hs S.E – Korwil Jawabarat
Editor : Korwil Jabar






