Bupati Karawang Aep Syaepuloh Takziah ke Rumah Korban Tragedi CKM, Janjikan Pekerjaan dan Pendidikan untuk Anak Yatim Piatu

Krimsus86.com/Karawang, _
Suasana duka masih menyelimuti Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Senin (16/2/2026) malam. Di rumah sederhana yang kini kehilangan dua sosok orang tua, langkah pelan rombongan Pemerintah Kabupaten Karawang memasuki halaman dengan penuh empati.

Bupati Karawang, hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan maut truk trailer yang menimpa mobil sedan di jalur Underpass Bendasari. Dalam takziahnya, ia didampingi sang istri, Hj. Vida Syaepuloh selaku Ketua PKK, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Perhubungan Karawang.

Berita Lainnya

Di hadapan keluarga yang berduka, Bupati Aep berbincang hangat dengan putri sulung almarhum dan almarhumah, Sifaul Liati Nur Alawiyah (19). Remaja yang baru saja menamatkan pendidikan SMA itu kini harus menerima kenyataan pahit—menjadi yatim piatu sekaligus memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga untuk dua adiknya yang masih duduk di bangku TK dan SD.

Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, Bupati Aep memberikan motivasi agar Sifa tetap kuat menjalani ujian hidup. Ia bahkan menjanjikan bantuan konkret berupa pekerjaan setelah Hari Raya Idulfitri mendatang.

“Insya Allah, sebagai anak sulung, setelah lebaran Syifa kami bantu untuk mendapatkan pekerjaan dengan harapan dapat menjadi tulang punggung setelah kepergian kedua orangtuanya,” ujar Bupati Aep

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada adik Sifa yang dikenal cerdas dan memiliki cita-cita menjadi tahfidz Al-Qur’an. Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen membantu memasukkan sang adik ke pondok pesantren agar mimpinya tetap menyala di tengah kehilangan.

“Adeknya juga kami rencanakan untuk melanjutkan pendidikan di pesantren, mengingat keinginannya ingin menjadi tahfidz quran. Kami akan bantu dorong mewujudkan cita-citanya,” ujar Bupati Aep melanjutkan.

“Pundak Syifa harus kuat, menggantikan peran kedua orang tua yang telah tiada. Bismillah ya Syifa,” katanya lirih.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan masyarakat, Bupati Aep juga mengambil langkah tegas. Jalur alternatif Underpass Bendasari—yang menjadi lokasi tragedi maut tersebut—diputuskan untuk ditutup secara permanen.

“Terakhir kami sampaikan bahwa jalur alternatif Underpass Bendasari akses menuju jalan baru, mohon maaf dengan segala pertimbangan, kami putuskan tutup permanen,” tegasnya.

Keputusan itu menjadi penanda bahwa duka ini tidak boleh terulang. Di balik tragedi yang merenggut nyawa, terselip harapan baru bagi anak-anak yang ditinggalkan—bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Pemerintah hadir, dan masyarakat menyaksikan, bahwa empati dan tindakan nyata harus berjalan beriringan.

(Red)*

Pos terkait