Budi Afrizal Resmi Jabat Kepala Dinas Sosial Aceh, Siap Perkuat Pelayanan Sosial untuk Masyarakat

Krimsus86.com, Kutacane – Pemerintah Aceh melakukan transformasi dalam struktur pemerintahan melalui pelantikan sejumlah pejabat eselon II. Salah satu di antaranya adalah Budi Afrizal, SKM., MKM., putra daerah asal Aceh Tenggara yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, pada Jumat (27/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, Budi Afrizal dilantik bersama 24 pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya di lingkungan Pemerintah Aceh.

Berita Lainnya

Budi Afrizal lahir di Kutacane pada 25 Oktober 1979 dari pasangan Ahmad Husin dan Syahwana Tanjung. Ia berasal dari Desa (Kute) Kisam Gabungan, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Perjalanan hidupnya dimulai dari lingkungan sederhana, yang kemudian membentuk karakter dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Pendidikan Budi ditempuh dengan penuh ketekunan, mulai dari Pesantren Modern Nurul Hakim Deli Serdang, hingga melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia pada tahun 2008.

Kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dimulai pada tahun 2005 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Ia memulai pengabdian dari Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, kemudian menjalani berbagai penugasan di sejumlah instansi, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahuddin Kutacane.

Seiring perjalanan kariernya, Budi Afrizal dipercaya memimpin Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Aceh Tenggara. Di kalangan rekan kerja dan bawahan, ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang disiplin, tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pria yang akrab disapa “Budi Jenggot” tersebut juga dikenal memiliki komitmen kuat dalam pelayanan publik.

Usai dilantik, Budi Afrizal menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan sosial di Provinsi Aceh melalui tata kelola yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan sosial tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ilmu dapat dipelajari, namun karakter, keteladanan, dan rasa kekeluargaan harus benar-benar hadir dalam pelayanan kepada masyarakat. Di era yang serba cepat saat ini, pelayanan publik harus mampu bergerak lebih responsif dan tidak boleh tertinggal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jabatan Kepala Dinas Sosial Aceh merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar posisi struktural dalam birokrasi pemerintahan.

Budi Afrizal berharap seluruh jajaran di lingkungan Dinas Sosial Aceh dapat bekerja dengan penuh ketulusan dan menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan hanya bekerja untuk memenuhi kewajiban, tetapi jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian untuk melayani masyarakat Aceh dengan sepenuh hati,” pesannya.

Dengan kepemimpinan baru di Dinas Sosial Aceh, diharapkan pelayanan dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif, transparan, serta tepat sasaran sehingga mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Aceh.

Pewarta: Satunan Sekedang

Pos terkait