BERKAH PUASA DI BULAN SUCI RAMADAN, IMPLEMENTASI RUKUN ISLAM KEEMPAT

Krimsus86.com, Indramayu, Jawa Barat – Kedatangan bulan suci Ramadan merupakan momentum yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi umat Islam. Sebagai rukun Islam keempat, ibadah puasa memiliki makna spiritual yang mendalam serta membawa dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial.

Dalam ajaran Islam, Ramadan disebut sebagai bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Apabila datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berita Lainnya

Secara istilah, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, makna puasa tidak terbatas pada menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari hawa nafsu, perkataan buruk, serta perbuatan maksiat.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga. Hal ini menunjukkan pentingnya menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan kesadaran.

Terdapat sejumlah hikmah besar dari ibadah puasa, di antaranya:

1. Menguatkan Jiwa dan Mengendalikan Hawa Nafsu

Puasa menjadi sarana melatih pengendalian diri. Dalam kehidupan, manusia kerap dihadapkan pada dorongan hawa nafsu yang dapat menjerumuskan pada perbuatan tidak baik. Al-Qur’an dalam QS Al-Kahfi ayat 28 mengingatkan agar tidak mengikuti hawa nafsu yang dapat menjauhkan dari kebenaran dan keadilan. Dengan berpuasa, seorang Muslim dilatih untuk mengendalikan diri dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

2. Mendidik Keimanan dan Kesabaran

Puasa merupakan latihan kesabaran dan keteguhan iman. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai setengah dari kesabaran. Melalui puasa, seseorang belajar tetap berbuat baik meski dalam kondisi sulit, tidak mudah putus asa, serta tidak sombong ketika meraih keberhasilan.

3. Menyehatkan Jasmani

Selain berdampak pada spiritual, puasa juga memiliki manfaat kesehatan. Dalam praktiknya, tubuh diberi kesempatan beristirahat dari aktivitas metabolisme yang terus-menerus. Prinsip menjaga keseimbangan asupan makanan—sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara—menjadi bagian dari ajaran hidup sehat dalam Islam.

Dengan berbagai hikmah tersebut, Ramadan seharusnya disambut dengan penuh kegembiraan dan kesiapan hati. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan akhlak dalam keluarga serta membangun masyarakat yang lebih beriman, sabar, dan peduli.

Diharapkan, semangat Ramadan mampu membawa keberkahan bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, serta mempererat ukhuwah dan persatuan di tengah masyarakat.

Oleh: Wardono Hs., S.E – Korwil Jawa Barat

Editor: Korwil Jabar Krimsus86.com

Pos terkait