Banjir Empat Hari Tak Surut, Warga Dusun Karajan Desak Penertiban Bangunan Liar di Kali Apur

KRIMSUS86.COM karawang, Jawa Barat — Banjir kembali melanda Dusun Karajan RT 06 RW 02, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Genangan air setinggi lutut orang dewasa dilaporkan telah berlangsung selama empat hari berturut-turut dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan.

Akibat banjir tersebut, aktivitas warga lumpuh total. Sejumlah rumah terendam, perabotan rumah tangga rusak, serta kondisi kesehatan warga mulai terancam, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang terpaksa bertahan di tengah genangan air.

Berita Lainnya

Pemerintah Kecamatan Jayakerta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang diketahui telah meninjau lokasi terdampak. BPBD juga menurunkan mesin pompa air sebagai upaya penanganan awal. Namun, warga menilai langkah tersebut masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar permasalahan.

“Peninjauan sudah dilakukan dan pompa air diturunkan, tetapi air tetap menggenang berhari-hari. Belum ada solusi nyata,” ujar salah satu warga setempat.

Warga Dusun Karajan menilai penyebab utama banjir bukan semata-mata curah hujan, melainkan keberadaan bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas Kali Apur. Bangunan tersebut diduga mempersempit aliran sungai dan menghambat arus air, diperparah dengan kondisi sungai yang belum pernah dinormalisasi secara menyeluruh.

“Selama bangunan liar di atas Kali Apur tidak ditertibkan dan sungai tidak dinormalisasi, banjir akan terus berulang. Ini persoalan lama yang selalu diabaikan,” ungkap warga lainnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Bupati Karawang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera mengambil langkah tegas berupa penertiban bangunan liar dan normalisasi Kali Apur secara menyeluruh.

Warga menilai penanganan banjir yang hanya mengandalkan pompa air dan kunjungan lapangan tanpa tindak lanjut konkret berpotensi menjadi solusi semu. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, banjir akan menjadi persoalan permanen dan berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Sumber: KRIMSUS86.COM

Laporan: Dedi Cambang

Pos terkait