Krimsus86.com, Palembang — Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI di lingkungan Markas Kodam II/Sriwijaya melaksanakan Upacara Bendera Bulanan yang berlangsung khidmat di Lapangan Makodam II/Sriwijaya, Palembang, Senin (19/01/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Inspektur Daerah Militer (Irdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI M. Fachmi Rizal Nasution selaku Inspektur Upacara.
Upacara bendera bulanan ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk menerima dan mencermati arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang disampaikan melalui amanat tertulis dan dibacakan oleh Irdam II/Sriwijaya.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa memasuki penghujung tahun 2025, TNI dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia hingga dinamika dan ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut menuntut seluruh prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa bersikap PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS TNI atas dedikasi, loyalitas, serta profesionalisme yang telah ditunjukkan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan bahwa keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan sangat bergantung pada kesiapan fisik, mental, dan moral seluruh prajurit serta PNS TNI. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme, disiplin, serta kemampuan teknis dan mental harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, Panglima TNI juga mengingatkan pentingnya menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik tradisional maupun nontradisional, memperkuat soliditas internal TNI, serta meningkatkan sinergi dan kerja sama dengan Polri, kementerian, dan lembaga terkait lainnya.
Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa peduli dan mencermati perkembangan lingkungan strategis, khususnya dinamika geopolitik internasional, agar Indonesia sebagai negara besar mampu mempersiapkan diri menghadapi percepatan perubahan situasi global secara tepat dan terukur.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, pembacaan Teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, dan Panca Prasetya Korpri sebagai bentuk peneguhan komitmen ideologi, moral, dan etika pengabdian prajurit dan PNS TNI.
Pewarta: Rudi.H






