Krimsus86.com Sintang, Kalimantan Barat – 1 April 2026 – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Seberang (PERANG), mewakili 17 desa di wilayah jalur kanan mudik Kecamatan Ketungau Tengah, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah melalui Kantor Camat Ketungau Tengah pada Kamis (1/4).
Kedatangan masyarakat tersebut bertujuan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dinilai sangat mendesak di wilayah mereka. Aksi berlangsung tertib dan aspiratif dengan penyampaian langsung kepada pihak kecamatan.
Koordinator aksi, Yadi, menjelaskan bahwa terdapat beberapa poin utama yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya:
Percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Ketungau 2 Merakai.
Perbaikan infrastruktur di pusat Kecamatan, termasuk jembatan penghubung menuju Puskesmas yang saat ini dalam kondisi tidak layak.
Pengerasan jalan menggunakan material sirtu dari Jembatan Ketungau 2 menuju kawasan HTI.
Pembangunan jembatan lingkar Kota Merakai dengan konstruksi beton permanen serta pengaspalan jalan di pusat kecamatan.
Perbaikan jalan dari kawasan PT HTI menuju Mengerat, termasuk pengecoran pada titik rawan dan pembangunan drainase beton.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera merespons dan menindaklanjuti aspirasi tersebut demi meningkatkan aksesibilitas serta kesejahteraan warga di wilayah Ketungau Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Camat Ketungau Tengah, Sanudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima seluruh aspirasi masyarakat dan akan segera meneruskannya kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Kami telah menerima aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Selanjutnya, hal ini akan kami teruskan kepada Bupati Sintang untuk mendapatkan arahan dan keputusan lebih lanjut,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan kondusif. Diharapkan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Alex/red)






