Aktivis Papua Himbau Pengguna Media Sosial Kedepankan Etika dan Kedewasaan Digital

Papua | Krimsus86.com – selasa 16 Desember 2025,Aktivis Papua, Yerri Basri Mak, S.H., M.H, mengimbau seluruh pengguna media sosial agar lebih dewasa, santun, dan beretika dalam berinteraksi di dunia maya. Ia menekankan pentingnya mengedepankan adab dan sopan santun serta menghindari tindakan menyerang pribadi, kelompok, maupun institusi tertentu.

Dalam keterangannya kepada media, Yerri Basri Mak menyoroti maraknya penyalahgunaan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan platform lainnya, yang kerap dijadikan sarana menyebarkan fitnah, kebohongan, serta ujaran kebencian.

Berita Lainnya

“Media sosial adalah ruang publik digital dengan miliaran pengguna. Apa pun yang kita unggah—baik tulisan, komentar, gambar, maupun video—berpotensi dilihat dan disebarluaskan. Karena itu, saya mengajak seluruh pengguna untuk berpikir rasional dan bijaksana, tidak menyinggung, memfitnah, atau menjelek-jelekkan pihak lain,” ujarnya.

Menurutnya, penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan secara profesional, matang, dan bertanggung jawab, bukan dengan makian atau serangan personal yang justru memperkeruh suasana dan merusak tatanan sosial.

Yerri Basri Mak juga mengingatkan bahwa banyak unggahan bernuansa ujaran kebencian dan SARA di media sosial mengandung informasi palsu serta pencemaran nama baik. Tindakan tersebut, lanjutnya, memiliki konsekuensi hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebagai Ketua LSM WGAB, ia kembali mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan hati nurani, berlandaskan nilai moral dan ketakwaan kepada Tuhan. Ia menegaskan bahwa interaksi di dunia maya memiliki dampak nyata terhadap kehidupan sosial di dunia nyata.

“Walaupun berada di ruang digital, keharmonisan dan kebersamaan harus tetap dijaga. Jika tidak, dampaknya bisa menimbulkan kesenjangan sosial dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Yerri Basri Mak berharap khususnya para penggiat sosial dapat lebih objektif, dewasa, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan opini maupun kritik, tanpa melukai perasaan orang lain atau mendiskreditkan pihak tertentu.(redtim)

Pos terkait