Aktivis HAM Disiram Air Keras di Senen, Aparat Diminta Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual

Krimsus86.com Jakarta, 15 Maret 2026 — Aksi kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia kembali terjadi di wilayah Ibu Kota. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian wajah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Insiden ini menambah daftar kekerasan dan intimidasi terhadap aktivis yang selama ini aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan penegakan hukum serta kondisi demokrasi di Indonesia.

Berita Lainnya

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermant, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kondisi korban masih dalam penanganan tim medis.

“Korban masih dalam perawatan dan didiagnosis mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, dua warga yang diduga menyaksikan langsung peristiwa tersebut telah dimintai keterangan guna membantu proses pengungkapan pelaku dan motif serangan.

Peristiwa tersebut memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat sipil. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan turut menyampaikan keprihatinan serta mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Ketua LMND Sulawesi Selatan, Addry Fadhli, meminta Kepolisian Republik Indonesia memastikan proses hukum berjalan secara transparan, cepat, dan menyeluruh hingga mampu mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Kepolisian harus membuktikan kepada publik bahwa negara tidak tunduk pada teror. Pengusutan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga harus mengungkap pihak yang merencanakan atau memerintahkan aksi tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan independen tidak hanya bertujuan memberikan hukuman kepada pelaku, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Ia menambahkan, keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus ini secara menyeluruh akan menjadi indikator penting dalam menunjukkan komitmen negara dalam melindungi pembela HAM serta menjaga ruang demokrasi tetap terbuka.

Saat ini kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut masih dalam proses penyelidikan. Publik menantikan langkah konkret aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi serta kehidupan demokrasi di Indonesia.

Pewarta: Mj@.19

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait