Kabupaten Tangerang | Krimsus86.com – Senin 8 Desember 2025 Proyek pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di Perumahan Teratai Griya Asri, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Hasil penelusuran lapangan mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian antara pekerjaan fisik dan spesifikasi teknis, lemahnya pengawasan, serta tidak optimalnya peran Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dalam memastikan keselamatan dan kualitas bangunan. Penelusuran dilakukan pada Senin, 8 Desember 2025.
Proyek dengan nilai kontrak Rp1.156.026.000,00 tersebut dilaksanakan oleh CV. Mulia Jaya Abadi. Namun, kondisi fisik bangunan di lapangan justru memunculkan sejumlah pertanyaan terkait proses pelaksanaan, mutu pekerjaan, dan efektivitas pengawasan.
Berdasarkan hasil observasi, sejumlah bagian bangunan tampak dikerjakan tidak sesuai standar konstruksi bangunan publik.
Beberapa temuan yang terpantau meliputi:
Plesteran dinding terlihat sangat tipis.
Sejumlah titik bangunan tampak seperti dikerjakan tanpa kontrol mutu yang memadai.
Tidak hanya itu, tim di lapangan tidak menemukan bukti kuat bahwa Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) hadir dan menjalankan fungsi pengawasannya. Padahal, sesuai ketentuan, proyek konstruksi dengan nilai di atas satu miliar rupiah wajib melibatkan KKK untuk memastikan aspek keselamatan, kelayakan, dan kualitas pekerjaan.
Salah satu pekerja yang ditemui di lokasi memberikan keterangan langsung mengenai aktivitas di lapangan:
“Yang kami kerjakan itu kamar mandi, tembok, lantai sama instalasi listrik. Itu saja.”
Ketika ditanya mengenai keberadaan penanggung jawab proyek (pelaksana lapangan), pekerja tersebut menambahkan:
“Pelaksananya nggak ada, jarang ke sini.”
Keterangan tersebut semakin memperkuat dugaan minimnya pengawasan teknis selama proses pembangunan berlangsung. Hal ini berpotensi menyebabkan penyimpangan baik dari sisi spesifikasi maupun volume pekerjaan, sehingga hasil akhir proyek dikhawatirkan tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat serta pihak pemerhati pembangunan berharap Inspektorat Kabupaten Tangerang maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek GSG Teratai Griya Asri. Pemeriksaan ini dinilai penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Pewarta: Jumroni (Kaperwil Banten)
Editor: Redaksi Media Krimsus86.com






