Krimsus86.com/Karawang —
Langkah besar pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa kembali menggema setelah Presiden Prabowo meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara serentak pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah.
Program berskala nasional yang melibatkan 80.081 koperasi ini digadang-gadang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, menghadirkan layanan sembako, LPG, simpan pinjam, klinik kesehatan, hingga digitalisasi untuk menciptakan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Di Kabupaten Karawang, semangat itu turut berdenyut kuat di Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari. KDMP Sukasari yang dipimpin oleh Ir. Enjang Taslim menjadi salah satu dari ribuan koperasi yang bersiap menjalankan amanah besar ini.
Ditemui di kantor sementara KDMP Sukasari pada Jumat (05/12/2025), Enjang mengungkapkan harapannya agar masyarakat desa ikut terlibat aktif dalam menggerakkan roda koperasi.
“Kami berharap masyarakat desa yang juga terdaftar sebagai anggota KDMP ini bisa berkontribusi menjalankan program koperasi desa ini,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Kantor KDMP Sukasari sendiri masih menempati gedung bekas pemasaran sebuah perumahan di Dusun Bakan Cengkong. Bangunan sederhana itu kini menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Meski demikian, Enjang mengakui fasilitas tersebut masih jauh dari ideal.
“Untuk gedungnya sudah disiapkan dan sudah dibangun di lahan desa. Sementara kami di sini dulu, walaupun kalau hujan, pada bocor,” tuturnya sambil tersenyum pasrah.
Di ruang terbatas itu, geliat usaha sudah mulai terlihat. Penjualan pakaian seragam sekolah, kebutuhan harian seperti detergent, hingga LPG 3 kilogram telah berjalan meski dengan sumber daya terbatas. Pengurus dan anggota bekerja tanpa lelah, berharap roda ekonomi desa mulai bergerak lebih cepat.
Namun di balik optimisme itu, ada kegelisahan yang kian terasa. Enjang menyampaikan bahwa para pengurus KDMP Sukasari, seperti juga banyak koperasi lain di berbagai daerah, masih menunggu pencairan dana pemerintah yang dijanjikan sebagai modal awal operasional.
“Sudah enam bulan kami bekerja, sejak mendapatkan SK, kami menyiapkan segala sesuatunya. Namun kami belum menerima hasil buat anak istri di rumah,” ungkapnya lirih, menunjukkan kenyataan pahit perjuangan tanpa kepastian.
Program nasional KDMP hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pemerataan ekonomi desa. Namun cerita dari KDMP Sukasari menegaskan bahwa kerja besar membutuhkan lebih dari sekadar peresmian.
Ada harapan masyarakat, pengorbanan para pengurus, dan perjuangan untuk bertahan agar mimpi kemandirian ekonomi desa benar-benar dapat terwujud.
Di Desa Sukasari, semangat itu masih menyala. Mereka menunggu dukungan pemerintah tiba—agar kerja keras yang telah dimulai dapat benar-benar membawa kesejahteraan bagi warga desa.
(Red)*






