Krimsus86.com/Karawang,_
Sudah hampir sebulan lamanya, malam di Dusun Krajan 2 RT 06/02, Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, diselimuti kegelapan. Sekitar 17 tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) berdiri tegak di sepanjang jalan dusun itu, namun tak satu pun di antaranya memancarkan cahaya. Warga mulai resah—bukan hanya karena gelap, tapi karena belum ada kejelasan kapan lampu-lampu itu akan berfungsi.
Ketua RT 006, Asep Teguh, mengaku sudah berulang kali mencoba mencari tahu kepastian dari pihak pelaksana proyek.
“Saya sudah pernah menegur pihak yang mengerjakan, tapi jawabannya hanya disuruh menunggu,” ucapnya dengan nada kecewa ketika ditemui tim media.
Menurut Asep, warga berharap penerangan segera difungsikan, mengingat jalan tersebut cukup rawan dilalui pada malam hari.
“Katanya pihak pemborongnya masih mau koordinasi dengan PLN,” tambahnya lirih.
Sementara itu, Edi, yang mengaku sebagai tim pelaksana proyek, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
“Ya, kami terus berkoordinasi dengan PLN dan PRKP-nya, Pak,” ujarnya singkat namun tegas.
Meski begitu, kegelapan tetap menyelimuti jalanan Dusun Krajan 2 setiap malam. Anak-anak harus berhati-hati pulang dari mengaji, dan para warga memilih menyalakan lampu dari rumah masing-masing agar jalan sedikit terang. “Bukan hanya soal cahaya,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, “tapi soal rasa aman dan perhatian yang kami butuhkan.”
Di tengah tiang-tiang besi yang berdiri bisu, harapan warga masih menyala—menanti sinar PJU yang semestinya menjadi penerang, bukan sekadar janji yang tak kunjung bersinar.
(Red)*






