Tujuh Mahasiswa Polindra Terseret Arus Saat Rafting di Sungai Cimanuk, Dua Masih Hilang
NNKrimsus86.com – NDRAMAYU – Kegiatan rafting yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berakhir tragedi. Sebanyak tujuh mahasiswa dilaporkan tenggelam saat mengarungi Sungai Cimanuk menggunakan perahu karet, tepatnya di sekitar Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (8/11/2025) siang.
Dari tujuh mahasiswa tersebut, lima orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Korban yang selamat masing-masing bernama Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir.
Sedangkan dua mahasiswa yang masih hilang diketahui bernama Agung dan Muhammad Lana Wiratno.
Kronologi Kejadian
Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana menjelaskan, seluruh korban merupakan anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Polindra yang tengah melaksanakan kegiatan susur sungai atau rafting.
“Dari laporan yang kami terima, kejadian terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah mendapat laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan,” ujar AKP Asep di lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi, rombongan mahasiswa memulai kegiatan rafting dari Desa Legok, Kecamatan Lohbener, dan menyusuri arus Sungai Cimanuk menuju hilir. Saat melintasi Bendungan Karet Bangkir, perahu karet yang mereka tumpangi terbalik akibat terperangkap pusaran air.
Lima mahasiswa terlempar ke sungai dan berhasil diselamatkan warga sekitar, sedangkan dua lainnya masih bertahan di atas perahu sebelum akhirnya ikut terseret arus.
Upaya Penyelamatan dan Pencarian
Petugas bendungan bersama warga sekitar segera menutup pintu air untuk memperlambat arus sungai. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung turun membantu proses penyelamatan menggunakan perahu kecil.
Kelima korban yang berhasil diselamatkan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, dua mahasiswa lainnya — Agung dan Lana — hingga kini masih belum ditemukan.
“Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Polairud, BPBD, dan relawan,” tambah AKP Asep Suryana.
Proses Pencarian Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, baik menggunakan perahu karet maupun melalui jalur darat di tepi sungai.
Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan utama dalam proses pencarian kedua mahasiswa tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjauhi area Bendungan Karet Bangkir sementara waktu, karena kondisi arus sungai masih berbahaya dan berpotensi menimbulkan insiden serupa.
Sumber: Tim SAR Indramayu
Pewarta: Wardono.HS.SE
Media Partner: Krimsus86.com – Jawa Barat






