Krimsus86.com/ Karawang, 1 November 2025 —
Di bawah terik matahari pagi yang cerah, halaman Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, dipenuhi keceriaan dan semangat kebersamaan. Warga desa bersama aparat pemerintahan serta para tokoh masyarakat berkumpul untuk menggelar kegiatan Hajat Bumi, sebuah tradisi tahunan sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rahmat dan anugerah Allah Subhanahu Wata’ala.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 November 2025 ini berlangsung meriah dan penuh makna. Didukung langsung oleh Kepala Desa Bengle, Lia Amelia, M.Pd, perayaan Hajat Bumi tahun ini diawali dengan tawasul dan ziarah kubur ke makam para leluhur desa, sebagai bentuk penghormatan terhadap pendahulu yang telah berjasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 222 warga lanjut usia (lansia), yang menjadi wujud kepedulian sosial masyarakat Bengle.
Menariknya, kegiatan ini juga bertepatan dengan milad Kepala Desa Bengle, Lia Amelia, M.Pd, yang turut berbaur bersama warga dalam seluruh rangkaian acara. Suasana semakin semarak dengan adanya kirab dongdang, yakni pawai tradisional membawa wadah berisi hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, dan aneka makanan khas desa.
Setiap Rukun Warga (RW), Posyandu, Bank Sampah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pemerintah desa Bengle turut menampilkan dongdang dengan tema dan hiasan unik, melambangkan kreativitas serta rasa syukur atas hasil pertanian dan ketahanan pangan lokal. Dongdang sendiri merupakan simbol kemakmuran dan bentuk doa bersama agar hasil bumi terus melimpah.
Untuk menambah semangat kebersamaan, lomba menghias dongdang pun digelar. Dewan juri terdiri dari Kapolsek Majalaya Iptu M. Budi S, Danpos Ramil Serma Asep Jaja, dan Plh Sekcam Majalaya Dodo Iskandar, yang menilai keindahan dan kreativitas peserta.
Antusiasme warga tampak luar biasa. Masyarakat dari berbagai dusun, kader Posyandu, serta penggiat Bank Sampah turut serta dalam kirab yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lia Amelia. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian tradisional Sunda Topeng Banjet Sinar Pusaka Warna Abah Fendul, yang menambah suasana budaya kental khas Karawang.
Dalam keterangannya, Sekretaris Desa Bengle, Adi Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan Hajat Bumi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bentuk nyata rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan ketaqwaan serta melestarikan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah masyarakat modern,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur yang mendalam, Hajat Bumi Desa Bengle tahun ini menjadi cerminan kuatnya nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
(Red)*






