Dugaan Penyalahgunaan Dana Revitalisasi SMA Negeri 1 Lawe Alas, Aceh Tenggara

Dugaan Penyalahgunaan Dana Revitalisasi SMA Negeri 1 Lawe Alas, Aceh Tenggara

 

Berita Lainnya

Krimsus86.com – Aceh Tenggara, 23 Oktober 2025 —

Pembangunan SMA Negeri 1 Lawe Alas, yang merupakan bagian dari program revitalisasi sekolah pemerintah, kini menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan penyalahgunaan dana dalam pelaksanaannya. Program yang seharusnya menjadi upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara tersebut diduga tidak berjalan sesuai standar dan ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat mempertanyakan transparansi penggunaan dana revitalisasi yang bersumber dari pemerintah pusat. Mereka menilai pelaksanaan proyek tidak menunjukkan keterbukaan dalam laporan keuangan maupun hasil pembangunan di lapangan. Dugaan kuat muncul bahwa sebagian dana tidak digunakan sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan keresahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat serta orang tua siswa.

 

Tokoh masyarakat, orang tua siswa, dan sejumlah pihak terkait mendesak pemerintah, khususnya dinas pendidikan dan aparat penegak hukum, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan dana tersebut. Mereka berharap agar setiap rupiah dana revitalisasi benar-benar dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas pendidikan dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

 

Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program revitalisasi yang mencakup 9.404 sekolah di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pendidikan demi peningkatan kualitas pembelajaran.

 

Masyarakat Aceh Tenggara berharap agar dinas terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan menyeluruh terhadap proyek pembangunan SMA Negeri 1 Lawe Alas. Pengawasan yang ketat diharapkan mampu memastikan bahwa pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

(Tomi – Biro Aceh Tenggara)

 

Pos terkait