Krimsus86.com/Karawang_.
Pemerintah Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, namun juga menaruh perhatian besar pada bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Menurut Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Bengle, Karna, program pendidikan bagi anak disabilitas ini merupakan bentuk kepedulian sosial pemerintah desa terhadap warganya yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Program ini lahir dari keprihatinan kami terhadap anak-anak disabilitas yang sulit mendapatkan sekolah. Sekarang, melalui SLB Dasomas yang ada di Desa Bengle, mereka bisa belajar dan berkembang. Bahkan, tidak hanya anak-anak dari Desa Bengle, tetapi juga dari desa tetangga ikut menjadi peserta didik,” ungkap Karna.
Program pendidikan inklusif ini menjadi salah satu program unggulan Desa Bengle dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang orang tua siswa SLB Dasomas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah desa.
“Dengan adanya SLB Dasomas di Desa Bengle, kami sebagai orang tua anak disabilitas merasa sangat terbantu. Program ini gratis, dan kami berharap anak-anak kami bisa meningkatkan kemampuan motorik dan keterampilannya,” ujarnya penuh haru.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Desa Bengle juga terus mengembangkan sektor ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mandiri Bengle Sejahtera. Ketua BUMDes, Afandi, menjelaskan bahwa saat ini BUMDes mengelola dua usaha utama, yaitu peternakan ayam petelur dan penyewaan kios kuliner.
“Usaha peternakan ayam petelur saat ini memiliki sekitar 1.000 ekor ayam dengan hasil produksi sekitar 20 kilogram telur per hari. Penjualannya dilakukan langsung ke masyarakat melalui kegiatan Bazar Anak Langit yang digelar setiap hari Rabu setelah kegiatan minggon desa. Selain itu, kami juga memiliki tujuh kios kuliner yang telah disewakan dan mulai memberikan keuntungan bagi desa,” terang Afandi.
Program-program tersebut menunjukkan sinergi antara pembangunan sosial dan ekonomi di Desa Bengle. Melalui inisiatif yang berkelanjutan ini, Pemerintah Desa Bengle berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan ruang pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas.
(Red)*






