KORBAN SALAH TANGKAP DI ERETAN KECAMATAN KANDANGHAUR,INDRAMAYU ORANG TUA ANAK TUNTUT KE ADILAN SIAP LAPOR BALIK

KORBAN SALAH TANGKAP DI ERETAN KECAMATAN KANDANGHAUR,INDRAMAYU ORANG TUA ANAK TUNTUT KE ADILAN SIAP LAPOR BALIK

 

Berita Lainnya

kamis,28 Agustus 2025

Krimsus86.com _ Indramayu Jawabarat – Anak Ditangkap Polisi, Mimi Gading Tuntut Keadilan dan Siap Lapor Balik

Seorang ibu di Indramayu, Mimi Gading, tidak terima anaknya, PB, menjadi korban salah tangkap polisi. Ia menuntut keadilan dan berencana melaporkan balik oknum yang terlibat. Penangkapan PB pada Rabu malam (27/8/2025)

 

kejanggalan, terutama karena terduga bandar narkoba utama di wilayah tersebut justru lolos dari penangkapan.

Kejadian bermula saat Mimi Gading menerima pesan WhatsApp dari seorang wanita berinisial KS, yang diduga sebagai bandar.

 

Dalam pesan itu, KS menyebut bahwa anaknya, PB, akan menjadi target polisi sebagai pengedar. “KS menuduh di halaman rumah saya banyak motor, dikira transaksi obat. Padahal motor itu titipan dari warga Blok Pulo karena sedang banjir,” ujar Mimi Gading.

Pada malam penangkapan, Mimi Gading menyaksikan sendiri

 

bagaimana polisi memborgol PB yang baru pulang dari masjid. Petugas langsung melakukan penggeledahan selama lebih dari satu jam, namun tidak menemukan barang bukti apa pun. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi Mimi Gading dan warga setempat.

 

“Saya kaget, kenapa anak saya ditangkap? Polisi bilang sedang mencari barang bukti, tapi tidak ada yang ditemukan,” ungkapnya.

Warga setempat menuding seorang wanita berinisial KS (44) sebagai pengedar utama di kawasan Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur.

 

KS dikenal warga sudah lama menjual obat-obatan terlarang dan bahkan pernah dipenjara karena kasus serupa. Namun, saat penangkapan PB terjadi, KS justru luput dari kejaran polisi.

Kondisi ini memicu dugaan adanya

 

“kongkalikong” antara oknum aparat dan bandar narkoba. Warga dan Mimi Gading menemukan bungkus plastik TM yang berserakan di sekitar rumah KS. Mereka bahkan mengumpulkan bekas bungkus tersebut sebagai barang bukti.

 

“Ini jelas ada kejanggalan. Bandar dibiarkan, sementara anak saya dijadikan kambing hitam. Di samping rumah KS itu bekas bungkus plastik TM berserakan,” tegas Mimi.

Setelah penangkapan PB, rumah KS langsung dalam keadaan terkunci rapat, dan ia dikabarkan telah melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Indramayu terkait kasus ini.

 

Keluarga PB berharap agar kasus ini diusut tuntas dan keadilan bisa ditegakkan.

 

( Team red krimsus86.com jawabarat )

Pos terkait