HALMAHERA SELATAN — KRIMSUS86.COM, Minggu, 6 September 2026 — Memasuki musim kemarau, persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, termasuk warga Desa Dowora.
Bagi masyarakat Desa Dowora, keterbatasan air bersih bukan merupakan persoalan baru. Air menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat sempat menyambut baik adanya pembangunan fasilitas sumber air melalui proses pengeboran sumur di wilayah desa tersebut. Pengeboran sumur dilaporkan telah selesai dilaksanakan dan sempat memberikan harapan kepada warga bahwa kebutuhan air bersih dapat segera terpenuhi.
Namun, hingga Minggu, 6 September 2026, masyarakat masih mengandalkan air Salobar sebagai salah satu sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi musim kemarau, kebutuhan terhadap air bersih semakin meningkat. Bagi masyarakat, air Salobar bukan lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi sumber air yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: kapan fasilitas sumur hasil pengeboran yang telah selesai tersebut dapat difungsikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga?
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai tahapan selanjutnya, termasuk kendala apabila masih terdapat proses yang harus diselesaikan sebelum fasilitas tersebut dapat digunakan.
Warga juga berharap hasil pengeboran tidak berhenti pada tahap pembangunan saja, tetapi dapat segera ditindaklanjuti hingga masyarakat benar-benar dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman.
“Kami hanya berharap air bersih yang layak bisa segera dinikmati masyarakat. Pengeboran sudah selesai, tetapi sampai sekarang kami masih mengandalkan air Salobar,” harap salah seorang warga.
Masyarakat Desa Dowora berharap persoalan ketersediaan air bersih mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, terlebih kondisi kemarau berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sumber air.
Pemerintah daerah maupun pihak terkait diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai status fasilitas pengeboran tersebut serta langkah yang akan dilakukan agar akses air bersih bagi masyarakat Desa Dowora dapat segera diwujudkan.
Pewarta: Wita Hanan
(Sarjan Taib//red)






