JAKARTA KRIMSUS86.COM – Pernyataan tegas Ruslandi, eks kuasa hukum Ririn, dalam podcast milik Denny Sumargo menuai perhatian publik. Dalam podcast tersebut, Ruslandi secara terbuka menyatakan bahwa langkah penyidik Polri dalam menangani perkara yang tengah menjadi sorotan publik sudah berjalan dengan benar, profesional, dan berbasis pendekatan ilmiah.
Dalam dialog yang berlangsung lugas dan mendalam, Denny Sumargo atau yang akrab disapa Densu mempertanyakan secara langsung pandangan Ruslandi terkait asumsi publik yang kerap menuding adanya pemaksaan atau rekayasa dalam proses penyidikan.
“Menurut Bapak, penyidik sudah benar atau tidak?” tanya Densu.
Tanpa ragu, Ruslandi menjawab singkat namun tegas, “Penyidik sudah benar.”
Menanggapi jawaban tersebut, Densu kembali menggali alasan objektif di balik keyakinan Ruslandi. Ia mempertanyakan apakah pernyataan tersebut murni berdasarkan fakta atau justru bentuk keberpihakan terhadap aparat penegak hukum.
Ruslandi kemudian menjelaskan bahwa pada tahap awal, kasus tersebut sangat sulit diungkap dan nyaris menemui jalan buntu. Namun berkat penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyelidikan berbasis ilmiah yang dilakukan Polri, fakta-fakta penting akhirnya berhasil ditemukan.
“Olah TKP-nya tidak mudah. Namun praktik kepolisian yang sangat baik, terukur, profesional, dan berbasis ilmiah membuat tabir kasus ini dapat terungkap secara terang,” ujar Ruslandi.
Ia juga mengungkap fakta penting bahwa kecepatan tindakan penyidik menjadi faktor krusial dalam penyelamatan barang bukti utama. Menurutnya, apabila aparat terlambat sedikit saja, lokasi yang diduga menjadi tempat penyembunyian korban kemungkinan besar sudah dicor oleh pelaku untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman. Menurutnya, apa yang disampaikan Ruslandi merupakan bentuk objektivitas yang perlu diapresiasi publik.
H. Dian Surahman menegaskan bahwa pendekatan penyidikan berbasis sains yang dilakukan Polri membuktikan bahwa institusi kepolisian saat ini bekerja semakin modern, profesional, dan terukur.
“Kami di FRIC mendukung penuh apa yang disampaikan Saudara Ruslandi. Pernyataan itu merupakan fakta objektif yang lahir dari proses hukum dan fakta lapangan. Penggunaan Scientific Crime Investigation membuktikan Polri bekerja secara profesional dan berbasis ilmu pengetahuan,” tegas H. Dian Surahman.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih adil dalam menilai kinerja aparat penegak hukum. Menurutnya, kritik memang penting dalam negara demokrasi, namun apresiasi terhadap kerja profesional aparat juga harus diberikan ketika penyidik berhasil menjalankan tugas secara benar dan transparan.
“Polisi juga manusia yang bekerja dengan hati nurani dan penuh tanggung jawab. Ketika mereka bekerja benar, maka publik juga perlu memberikan dukungan dan apresiasi yang proporsional,” tambahnya.
Podcast tersebut kini ramai diperbincangkan masyarakat karena dinilai membuka perspektif baru mengenai pentingnya pembuktian ilmiah dalam proses penegakan hukum di Indonesia.(Red//Tim Media Fric)






