Pangdam XIV/Hasanuddin Berikan Kuliah Umum di UIN Alauddin Makassar, Soroti Dampak Konflik Global terhadap Keamanan Nasional

Krimsus86.com Makassar – Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memberikan kuliah umum bertema “Konflik Global dan Dampak bagi Keamanan Nasional” di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika dengan antusias tinggi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap dinamika geopolitik global dan implikasinya terhadap ketahanan nasional Indonesia.

Berita Lainnya

Dalam pemaparannya, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan bahwa kondisi global saat ini tengah menghadapi krisis multipusat yang kompleks. Berbagai konflik internasional, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Asia Timur, memberikan dampak langsung terhadap stabilitas global, termasuk Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa konflik di kawasan Gaza, meningkatnya ketegangan di Iran, serta dinamika geopolitik di Taiwan menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi global.

Menurutnya, dampak konflik tidak hanya bersifat militer, tetapi juga merambah sektor strategis lainnya seperti energi, pangan, logistik, hingga informasi.

“Ancaman modern tidak selalu berbentuk perang fisik, namun juga dapat berupa gangguan pasokan energi, krisis pangan, hingga disrupsi informasi yang berdampak langsung pada stabilitas nasional,” ujarnya.

Pangdam juga menyoroti pentingnya ketahanan energi nasional, mengingat Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor energi. Oleh karena itu, langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah dinilai strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Ia menegaskan bahwa penguatan rakyat merupakan bagian integral dari sistem pertahanan negara, dengan menekankan pentingnya kesejahteraan, ketahanan pangan, serta ketersediaan energi sebagai pilar utama stabilitas nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin juga memaparkan bahwa anggaran pertahanan Indonesia saat ini masih berada di bawah satu persen dari total anggaran nasional, sehingga diperlukan strategi yang tepat, termasuk penguatan diplomasi dan kerja sama internasional.

Indonesia, lanjutnya, tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan mengedepankan persahabatan dan kerja sama global sebagai upaya menjaga stabilitas nasional.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme TNI dalam menghadapi tantangan global, serta peran strategis Kodam sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan negara hingga ke tingkat wilayah.

Pangdam juga menyoroti sejumlah tantangan dalam negeri, seperti pengelolaan sumber daya alam yang belum optimal, termasuk lahan sawit ilegal dan sektor pertambangan yang masih memerlukan pengawasan lebih ketat.

“Negara harus hadir secara aktif untuk memastikan sumber daya nasional dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui kuliah umum ini, diharapkan generasi muda semakin memahami pentingnya ketahanan nasional berbasis kekuatan rakyat, serta mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.(Mj@.19 /red)

Pos terkait