Jalan Rusak Parah di Desa Temiyang Dikeluhkan Warga, Kerap Menjadi Kubangan Air

Krimsus86.com Indramayu, 8 April 2026 — Warga Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi jalan desa yang mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan perbaikan selama kurang lebih lima tahun.

Berdasarkan hasil pantauan tim investigasi media Krimsus86.com pada Rabu (8/4/2026), kerusakan jalan terjadi di ruas Blok Pasar menuju arah Bogor–Sukamelang, dengan panjang mencapai sekitar 500 meter. Jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Kondisi jalan yang berlubang semakin memburuk saat musim hujan. Genangan air yang menutupi lubang bahkan dapat mencapai setinggi lutut orang dewasa, sehingga menyulitkan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi jalan di sekitar depan Stasiun Temiyang dan permukiman warga kerap berubah menjadi kubangan air saat hujan turun.

“Kalau habis hujan, airnya meluber dan jalan seperti kubangan. Sangat mengganggu aktivitas kami,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang pengendara, Arif Frianto, yang mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut. Ia menilai kondisi jalan yang rusak dapat mempercepat kerusakan kendaraan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Temiyang, Usmanto (Uus), menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa bersama masyarakat telah melakukan upaya perbaikan sementara secara swadaya dengan melakukan pengurukan pada titik-titik jalan yang berlubang.

“Kami bersama warga sudah melakukan pengurukan agar lubang tidak terlalu dalam dan masih bisa dilalui,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu telah meninjau lokasi dan merencanakan perbaikan dalam waktu dekat.

Sementara itu, perwakilan pemerintah daerah, Maulana Malik, menyampaikan bahwa rehabilitasi jalan desa menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menggulirkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera sebagai upaya mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan desa mengalami peningkatan signifikan. Dalam APBD murni, anggaran dialokasikan sebesar Rp164 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp80 miliar dan bertambah menjadi sekitar Rp150 miliar pada APBD Perubahan.

Dengan peningkatan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan penanganan jalan desa sepanjang 30 hingga 40 kilometer secara bertahap.

Masyarakat Desa Temiyang berharap agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas warga kembali lancar dan aman.(Wardono)

Pos terkait