Krimsus86.com Lampung Tengah, 6 April 2026 — Aktivitas tambang pasir yang diduga tidak memiliki izin (ilegal) di Kampung Sumber Agung Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi sorotan setelah dilaporkan berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur.
Berdasarkan informasi di lapangan, kegiatan penambangan tersebut disebut telah menyebabkan kerusakan jalan utama kampung maupun jalan usaha tani. Selain itu, lahan yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk pertanian dilaporkan mengalami penggalian hingga kedalaman sekitar 2 hingga 3 meter.
Di lokasi tambang, terlihat aktivitas puluhan armada truk yang mengantre untuk memuat pasir. Sejumlah sopir mengaku membeli pasir dari lokasi tersebut dengan harga tertentu, kemudian menjual kembali di wilayah lain seperti Kotabumi dan sekitarnya.
Selain harga jual beli pasir, sopir juga menyebut adanya pungutan biaya portal yang dikenakan kepada setiap kendaraan yang melintas di area tambang.
Seorang penjaga portal, Supri, membenarkan adanya pungutan tersebut dan menyatakan bahwa hasil pungutan disetorkan kepada pihak pengelola yang disebut bernama Bagus.
Namun demikian, saat dikonfirmasi, Bagus membantah keterlibatannya dalam pengelolaan tambang tersebut.
“Saya tidak memiliki pangkalan dan bukan pengurus tambang,” ujarnya melalui keterangan singkat.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas aktivitas tambang pasir tersebut.
Masyarakat setempat berharap instansi berwenang, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Tengah, kepolisian sektor setempat, hingga jajaran kepolisian daerah, dapat segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, warga juga berharap adanya pengawasan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan, termasuk kerusakan lahan dan infrastruktur yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Perkembangan lebih lanjut terkait aktivitas tambang ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.#(K@-6//red)






