Krimsus86.com Namlea, 6 April 2026 — Aksi pemalangan akses jalan di kawasan Warung Timo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, menimbulkan polemik di tengah masyarakat setelah muncul dugaan adanya klaim kepemilikan lahan yang dilakukan secara sepihak oleh pihak tertentu.
Akses jalan yang merupakan jalur vital bagi mobilitas warga tersebut sempat terganggu akibat penutupan yang dilakukan oleh sekelompok pihak yang mengatasnamakan keluarga Lawalata.
Namun demikian, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris dari William Lawalata. Mereka menilai bahwa klaim yang dijadikan dasar pemalangan belum melibatkan seluruh ahli waris yang sah.
Menurut sumber dari internal keluarga, pihak yang melakukan aksi tersebut disebut berasal dari garis keturunan Lawalata, namun bukan merupakan keturunan langsung dari William Lawalata yang disebut memiliki dasar kepemilikan atas lahan di lokasi tersebut.
“Permasalahan ini diduga merupakan langkah sepihak yang belum melalui kesepakatan seluruh ahli waris. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait legitimasi tindakan pemalangan jalan umum,” ujar sumber keluarga.
Aksi pemalangan tersebut juga menuai respons dari masyarakat sekitar. Warga menilai penutupan jalan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, mengingat lokasi tersebut merupakan akses penting bagi transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat di Namlea.
Masyarakat pun berharap agar pihak berwenang, baik aparat kepolisian maupun pemerintah daerah, dapat segera turun tangan untuk memediasi konflik yang terjadi, sehingga tidak berdampak lebih luas terhadap ketertiban umum.
Selain itu, warga juga mendorong agar penyelesaian sengketa lahan dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku, guna menghindari tindakan sepihak yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak yang melakukan pemalangan belum memberikan keterangan resmi terkait dasar hukum maupun alasan dilakukannya penutupan akses jalan tersebut.
Perkembangan lebih lanjut masih menunggu klarifikasi dari seluruh pihak yang terlibat.(Erwin//red)






