Empat Bulan Terisolasi, Akses Aceh Tenggara – Gayo Lues Lumpuh Total Kinerja Dinas PU Dipertanyakan

Krimsus86.com, Kutacane, 15 Februari 2026 — Akses vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kabupaten Gayo Lues dilaporkan masih lumpuh total hingga Februari 2026. Ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam sejak November–Desember 2025 belum menunjukkan adanya perbaikan permanen, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat terganggu serius.

Bencana yang melanda wilayah Desa Ketambe, Desa Simpur, dan Desa Laklak dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul. Material kayu, lumpur, dan longsoran tanah menutup badan jalan dan memutus jalur transportasi utama antarwilayah tersebut.

Berita Lainnya

Selama kurang lebih empat bulan, masyarakat terdampak harus menghadapi kondisi keterisolasian dengan akses distribusi barang, layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas perdagangan yang sangat terbatas. Hingga saat ini, penanganan dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

Salah seorang warga, Mesa, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya respons dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“Sudah empat bulan masyarakat bersabar dalam isolasi, namun akses utama kami tetap dibiarkan rusak parah. Kami menilai belum ada keseriusan dalam penanganan permanen. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Pemantau Pembangunan Indonesia (PPPI), Arahim Johari, mendesak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap penanganan infrastruktur terdampak bencana.

Ia menegaskan perlunya langkah darurat dan terukur, antara lain:

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak,

Penguatan dan normalisasi tanggul sungai,

Perbaikan struktur badan jalan,

Pengaspalan ulang serta pengamanan tebing rawan longsor.

Menurutnya, keterlambatan penanganan selama empat bulan tanpa progres nyata perlu menjadi perhatian serius, termasuk dalam hal pengawasan alokasi anggaran bencana agar tepat sasaran dan transparan.

Apabila kondisi ini terus berlarut, dikhawatirkan wilayah Aceh Tenggara berpotensi mengalami isolasi total yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat, terkoordinasi, dan transparan guna memulihkan akses transportasi dan menjamin keselamatan warga.

Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah terdampak.

Pewarta: Muhammadin

Editor: Media Krimsus86.com

Pos terkait