Satgas dan Ops Manajemen Area PT Great Giant Pineapple (GGP) Temukan Jejak Diduga Harimau Sumatra Dewasa di Lampung Timur

Krimsus86.com Lampung Timur, 14 Februari 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Wilayah III Lampung memastikan bahwa temuan jejak satwa di area perkebunan PT Great Giant Pineapple (GGP) mengarah pada jejak Harimau Sumatra dewasa.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, setelah dilakukan rapid analysis terhadap laporan petugas keamanan perusahaan di Area PG04 PT Great Giant Pineapple (GGP), Kabupaten Lampung Timur.

Berita Lainnya

Analisis dilakukan berdasarkan dokumentasi foto jejak dengan pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala pengukuran.

“Dari hasil analisis morfologi jejak, dapat disimpulkan bahwa jejak tersebut paling konsisten mengarah pada Harimau Sumatra,” ujar Itno saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Karakteristik Jejak

Berdasarkan hasil kajian sementara, jejak menunjukkan karakter umum satwa dari keluarga kucing besar (Felidae), antara lain:

Empat jari telapak kaki terlihat tegas tanpa bekas kuku

Bantalan tengah telapak kaki besar dengan tiga lekukan posterior

Lebar jejak diperkirakan 13–16 cm

Panjang jejak sekitar 14–18 cm

Ukuran tersebut dinilai lebih besar dibandingkan jejak satwa lain seperti macan dahan. Selain itu, tidak ditemukan bekas kuku sebagaimana pada kelompok kanidae (anjing liar).

Lokasi Berdekatan dengan TN Way Kambas

Berdasarkan data koordinat, titik temuan jejak berada sekitar 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas, yang merupakan habitat penting berbagai satwa dilindungi, termasuk Harimau Sumatra.

Kawasan tersebut juga berfungsi sebagai koridor jelajah satwa liar. Kemunculan jejak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan taman nasional dinilai masih dalam pola pergerakan alami satwa.

Meski demikian, BKSDA menegaskan bahwa hasil analisis ini masih bersifat sementara. Diperlukan identifikasi lanjutan di lapangan serta koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

BKSDA mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar dilindungi.

Editor: Djodi S.

Koordinator Wilayah Lampung:

Pos terkait