Krimsus86.com/Karawang
Minggu malam yang seharusnya tenang di kawasan Jalan Irigasi Bandasari berubah menjadi mencekam. Sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (15/2/2026), suara benturan keras memecah kesunyian di Kolong Jembatan Perum Citra Kebun Mas (CKM), Karawang. Sebuah kecelakaan maut terjadi—merenggut tiga korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar.
Di lokasi yang sempit dan minim pencahayaan itu, sebuah kontainer bermuatan minyak goreng diduga nekat memasuki jalur yang bukan peruntukannya. Jalan di bawah jembatan tersebut selama ini dikenal sebagai akses kendaraan kecil, bukan lintasan kendaraan besar. Namun malam itu, kendaraan bertonase berat justru melintas—dan tragedi pun tak terhindarkan.
Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, SH., MM., memastikan sopir kontainer telah diamankan bersama seluruh barang bukti ke Mapolres.
“Kami sudah mengamankan sopir kontainer dan barang bukti, kemudian melaporkan kejadian ini, dan semuanya saat ini berada di Polres Karawang,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas kepolisian dibantu warga berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam untuk mengevakuasi para korban dan mengamankan kendaraan. Kondisi lokasi yang gelap serta ruang gerak terbatas membuat penanganan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Polisi menduga kendaraan tersebut masuk ke jalur sempit setelah diarahkan oleh seseorang di lokasi—yang kerap disebut warga sebagai “pak ogah”. Dugaan inilah yang kini menjadi salah satu fokus penyelidikan.
“Kami akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Muatan kendaraan berupa minyak goreng yang akan dibawa ke gudang,” tambah AKP Sudirianto.
Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi warga Bandasari. Jalan yang selama ini dianggap aman bagi lingkungan permukiman, mendadak berubah menjadi titik maut. Banyak warga mempertanyakan pengawasan jalur serta keberadaan pengarah jalan liar yang sering berdiri di kawasan tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan. Aparat juga mengimbau para pengemudi kendaraan besar agar tidak memasuki jalur permukiman tanpa panduan resmi, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.
(Red)*






