Siswa TK di Wonosobo Dirawat Usai Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Diminta Lakukan Evaluasi

Krimsus86.com Wonosobo, 14 Februari 2026 – Seorang siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, berinisial RK, harus menjalani perawatan di Puskesmas setelah diduga mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (13/2).

RK, siswa TK Candi, dilaporkan mengalami sakit perut dan diare beberapa jam setelah menyantap makanan MBG yang disalurkan melalui salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga kini, kondisi korban belum sepenuhnya pulih.

Berita Lainnya

Ibu korban, MR, menjelaskan bahwa gejala awal muncul pada hari yang sama setelah anaknya mengonsumsi makanan tersebut. “Anak saya makan makanan MBG pada hari Jumat, dan beberapa jam kemudian mengeluh pusing serta diare berkali-kali. Saya sempat membeli obat di apotek, namun hingga Selasa tidak ada perkembangan. Karena khawatir, saya membawa anak saya ke Puskesmas,” ujarnya.

RK sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas 2 Selomerto sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas 1 Selomerto untuk perawatan lanjutan. Berdasarkan keterangan keluarga, hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih yang mengindikasikan adanya infeksi, dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan pada hari Senin mendatang untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Keluarga dan warga sekitar menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Mereka berharap pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terhadap pihak penyedia makanan (SPPG), agar kejadian serupa tidak terulang.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan. Program ini berada di bawah koordinasi pemerintah pusat dan dilaksanakan melalui mitra penyedia layanan gizi di daerah.

Sejumlah warga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan makanan sebelum dikonsumsi peserta didik. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya transparansi hasil pemeriksaan dari dinas terkait guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Hingga berita ini disusun, pihak terkait masih melakukan pemantauan kondisi korban dan diharapkan segera melakukan klarifikasi resmi terkait dugaan insiden tersebut.

Pewarta: SS74 & Tim KJN

Editor: Krimsus86.com

Pos terkait