Krimsus86.com, Indramayu, Jawa Barat | Jumat, 6 Januari 2026
Jejak sejarah jalur kereta api peninggalan masa kolonial kembali diingatkan oleh warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Jalur kereta api Jatibarang–Karangampel yang dibangun pada era Hindia Belanda tahun 1926 itu kini memang telah hilang secara fisik, namun memorinya masih hidup melalui cerita turun-temurun masyarakat setempat.
Tak banyak yang menyangka, Desa Gadingan pernah dilintasi jalur kereta api yang berfungsi sebagai sarana angkutan padi dan beras pada masa kolonial. Rel dan bangunan stasiun kini telah tertutup permukiman warga, namun jejak keberadaannya masih tercatat dalam histori desa.
Salah satu perangkat Desa Gadingan menyampaikan bahwa dokumentasi terkait lintasan rel kereta api tersebut tersimpan di Kantor Desa Gadingan sebagai bagian dari catatan sejarah lokal.
Berdasarkan arsip PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, jalur Jatibarang–Karangampel sepanjang 18,2 kilometer dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) dan diresmikan pada 1 Mei 1926. Jalur ini hanya beroperasi selama enam tahun dan resmi ditutup pada 1 Oktober 1932 akibat dampak krisis ekonomi dunia (depresi besar).
Sejumlah stasiun diketahui pernah berdiri di sepanjang jalur tersebut, termasuk Stasiun Gadingan yang kini sudah tidak menyisakan bangunan di permukaan. Dugaan lokasi bekas stasiun berada di area lapangan desa yang saat ini tengah dibangun Koperasi Desa Merah Putih. Dugaan ini menguat setelah ditemukannya struktur bangunan lama di bawah tanah saat proses penggalian pondasi.
Meski rel-rel kereta api telah lama hilang, sisa jejak lainnya masih dapat ditemukan di desa tetangga. Salah satunya adalah bekas jembatan kereta api di Desa Sliyeg yang berada di tepi Sungai Rangin.
Salah seorang warga Desa Gadingan, Warkadi (50), mengaku sering mendengar cerita tentang “stamplat” atau stasiun kereta api dari orang tuanya. Namun, ia tidak pernah melihat langsung bentuk stasiun tersebut.
“Ceritanya sering diceritakan orang tua dulu, tapi kami generasi sekarang hanya bisa membayangkan,” ujarnya.
Kendati demikian, kisah sejarah jalur kereta api di Desa Gadingan terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas dan memori kolektif masyarakat desa.
Sumber: Krimsus86.com – Jawa Barat
Reporter: Wardono Hs., S.E
Korwil Jawa Barat






