Pangkalan LPG 3 Kg Dipertanyakan, Aktivitas Tetap Jalan Meski Tanpa Pasokan Resmi

Krimsus86.com/Karawang,—
Keberadaan pangkalan gas LPG 3 kilogram memiliki peran vital bagi masyarakat kecil. Di sanalah warga menggantungkan harapan untuk mendapatkan gas subsidi dengan harga dan aturan yang semestinya. Namun di lapangan, realitas tak selalu sejalan dengan ketentuan.

Seperti yang diduga terjadi pada sebuah pangkalan LPG 3 kg atas nama Risna, yang beralamat di Gorowong RT 02/02, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
Saat tim melakukan penelusuran ke lokasi, pemandangan yang terlihat justru memunculkan tanda tanya.

Berita Lainnya

Plang nama pangkalan LPG 3 kg terpasang di sebuah Depot Air Isi Ulang, bukan di lokasi yang lazim digunakan sebagai pangkalan gas. Di tempat tersebut, hanya tampak lima tabung gas kosong yang tersusun, tanpa aktivitas distribusi yang jelas. Bahkan, timbangan, yang menjadi salah satu perlengkapan wajib pangkalan, tidak terlihat di lokasi.

Ketika dikonfirmasi, pemilik depot air isi ulang mengaku bukan sebagai pemilik pangkalan LPG tersebut. Ia justru menunjuk pihak lain yang namanya tercantum di plang pangkalan. Tak berselang lama, Risna, pemilik pangkalan LPG 3 kg tersebut, datang dan memberikan penjelasan.

“Ini saya ikut dengan teman dulu di sini, sama-sama usaha pak. Tadinya saya di sebelah sana, di kampung Gorowong,” ujar Risna kepada tim media.

Lebih lanjut, Risna mengungkapkan bahwa kepindahan lokasi pangkalan tidak terlepas dari adanya pemberitaan media sebelumnya. Menurutnya, setelah pemberitaan tersebut muncul, agen resmi mengambil langkah tegas.

“Bulan kemarin ada yang memberitakan tentang kondisi pangkalan itu pak. Kemudian dicabut oleh agen, dan sampai sekarang belum ada pengiriman gas lagi,” lanjutnya.

Namun yang mengejutkan, meski mengaku tidak lagi mendapat pasokan resmi, aktivitas pangkalan disebut masih tetap berjalan. Saat ditanya dari mana gas LPG 3 kg diperoleh, Risna mengakui bahwa ia mengambil pasokan dari pangkalan lain.

“Saya bertanggung jawab sama warga pak. Makanya saya ambil dulu ke pangkalan yang lain,” ucapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh keterangan dari pihak PT Nata Sumber Abadi, agen resmi yang membina pangkalan Risna. Dalam pesan WhatsApp, pihak agen menyatakan bahwa pangkalan tersebut sudah sekitar dua bulan tidak menerima pengiriman gas LPG 3 kg.

“Yang bersangkutan sedang mencari kontrakan baru. Jadi sementara tidak kami kirim sampai dapat lokasi baru. Terima kasih,” tulis pihak agen.

Kondisi ini memunculkan persoalan serius. Di satu sisi, agen menyatakan penghentian pengiriman karena alasan lokasi. Namun di sisi lain, aktivitas pangkalan Risna diduga masih berjalan, dengan pasokan gas yang diperoleh dari pangkalan maupun agen lain.

Sementara itu, plang nama pangkalan resmi masih terpampang, meski lokasi dan operasionalnya tidak sesuai ketentuan.

Situasi ini mencerminkan adanya ketidaksinkronan pengawasan antara agen resmi dan pangkalan binaannya. Lebih dari itu, praktik distribusi gas LPG 3 kg yang tidak sesuai aturan berpotensi merugikan masyarakat dan mencederai tujuan subsidi itu sendiri.

Masyarakat pun berharap agar pihak terkait, baik agen, Pertamina, maupun instansi pengawas, segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan memastikan bahwa pangkalan LPG 3 kg benar-benar beroperasi sesuai aturan, demi menjaga hak warga yang paling membutuhkan.

(Red)*

Pos terkait