Krimsus86.com, Pesawaran, Lampung – Dunia pendidikan di Kabupaten Pesawaran kembali menjadi sorotan menyusul dugaan tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh oknum pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegineneng, Desa Trimulyo. Dua orang siswa dilaporkan tidak menerima jatah makan bergizi gratis setelah orang tua mereka menyampaikan protes kepada pihak pengelola.
Peristiwa tersebut memicu perhatian serius dari pihak DPRD Kabupaten Pesawaran, yang kemudian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur MBG. Dalam sidak tersebut, terungkap bahwa dua siswa memang tidak menerima makanan pada hari pelaksanaan program, sementara siswa lainnya tetap mendapatkan haknya.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam sidak, pengelola dapur mengakui bahwa kedua siswa tersebut tidak menerima makanan setelah adanya protes dari orang tua mereka. Hal ini menimbulkan ketegangan di lokasi, mengingat program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi.
Anggota DPRD yang memimpin sidak menegaskan bahwa apabila terdapat keberatan atau persoalan administrasi, seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan cara menghentikan hak siswa sebagai penerima manfaat.
“Jika lembaga merasa dirugikan secara nama baik, maka jalurnya adalah hukum atau klarifikasi administratif, bukan dengan menghukum anak-anak. Anak tidak boleh menjadi korban dari konflik orang dewasa,” tegas salah satu pejabat DPRD di lokasi sidak.
Dalam dialog tersebut juga terungkap adanya perbedaan data penerima manfaat, di mana jumlah penerima seharusnya sebanyak 3.833 siswa, namun yang direalisasikan hanya 3.831 siswa. DPRD menilai hal tersebut sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.
Sebagai tindak lanjut dan bentuk ketegasan, pihak DPRD Kabupaten Pesawaran memutuskan untuk menutup sementara operasional Dapur MBG Trimulyo, sambil menunggu proses evaluasi menyeluruh serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
DPRD menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai petunjuk teknis, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan perlindungan hak anak.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pewarta:
Djodi S
Koordinator Wilayah Lampung
www.krimsus86.com






