Insiden PM Andera Renggut Nyawa Balita, Ketua DPC GWI Halmahera Selatan Desak Dishub Segera Operasikan KM Quenmeri

Krimsus86.com, Halmahera Selatan – Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Perahu motor (PM) Andera yang melayani rute Piga–Raja mengalami kecelakaan di perairan Selat Bibinoi, Jumat (sekira pukul 14.45 WIT). Insiden tersebut mengakibatkan seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia, sementara penumpang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh personel Polairud Babang dan Basarnas Bacan ke Puskesmas Bibinoi.

Peristiwa tragis ini menjadi peringatan serius terhadap kondisi keselamatan transportasi laut di wilayah Gane Dalam dan Kepulauan Jouronga, yang hingga kini masih sangat bergantung pada perahu motor tradisional dengan standar keselamatan yang minim.

Berita Lainnya

Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Halmahera Selatan, Aboubakar Sumaila, S.Pi, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus duka cita atas meninggalnya korban balita dalam kecelakaan tersebut.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Insiden ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa, melainkan alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata dalam menjamin keselamatan transportasi laut,” tegas Aboubakar.

Menurutnya, lemahnya ketersediaan sarana angkutan laut yang layak dan berstandar keselamatan menjadi persoalan krusial yang terus mengancam keselamatan masyarakat kepulauan. Ia menilai masih banyak armada perahu motor yang beroperasi dengan kapasitas berlebih, tanpa kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan perlengkapan darurat.

Aboubakar mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan untuk tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya, serta segera mengoperasikan KM Quenmeri sebagai kapal penumpang yang layak, aman, dan berjadwal untuk melayani trayek Piga–Raja–Dowora–Gane Dalam hingga Kepulauan Jouronga.

“Jalur ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintahan. Negara harus hadir melalui transportasi laut yang aman, manusiawi, dan berstandar keselamatan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta Dishub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada dan operator transportasi laut, memperketat pengawasan operasional, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta meningkatkan sosialisasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat dan pengelola jasa angkutan laut.

Aboubakar berharap rencana pengoperasian KM Quenmeri tidak berhenti pada tataran wacana, namun segera direalisasikan melalui koordinasi yang konkret antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

“Keselamatan nyawa manusia tidak boleh dikompromikan. Pemerintah daerah harus segera bertindak agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” pungkasnya.

Sumber & Penulis:

Aboubakar Sumaila, S.Pi

Ketua DPC GWI Halmahera Selatan

Pos terkait