Letkol Inf Paulus Pandjaitan Emban Tugas Strategis sebagai Asisten Penasihat Militer RI di Amerika Serikat

Krimsus86.com, JAKARTA – Perjalanan karier militer Letnan Kolonel Infanteri Paulus Pandjaitan memasuki babak baru dengan penugasan strategis di luar negeri. Perwira TNI AD yang juga merupakan putra Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, resmi mengemban amanah sebagai Asisten Penasihat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Aspemmil PTRI) di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Letkol Inf Paulus Pandjaitan menuntaskan tugasnya sebagai Komandan Batalyon 32 Grup 3 Kopassus. Serah terima jabatan dilaksanakan dalam upacara resmi di Lapangan Alfred Tarega, Cijantung, Jakarta Timur, pada 2 Agustus 2022, dengan jabatan Danyon 32 Kopassus diserahkan kepada Mayor Inf Doni Fransisco.

Berita Lainnya

Penugasan sebagai Aspemmil PTRI di Amerika Serikat merupakan amanah strategis yang mencerminkan kepercayaan institusi TNI terhadap rekam jejak profesional, kepemimpinan, serta kapasitas Letkol Inf Paulus Pandjaitan dalam mendukung diplomasi pertahanan Indonesia di tingkat internasional. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama militer, pertukaran informasi strategis, serta hubungan pertahanan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Letkol Inf Paulus Pandjaitan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Luhut Binsar Pandjaitan dan Devi Simatupang. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai disiplin, pengabdian, dan prestasi. Keluarganya juga dikenal aktif di berbagai bidang, baik militer, pemerintahan, maupun sosial budaya.

Lahir pada 21 Mei 1980, Paulus menempuh pendidikan di Sekolah Pelita Harapan (angkatan 1998), melanjutkan studi di Universitas Pelita Harapan, serta memperluas wawasan internasional melalui pendidikan di Macquarie University, Sydney, Australia, hingga lulus pada Desember 2016. Dalam kehidupan pribadi, ia menikah dengan Novella Frisca Silalahi pada tahun 2013.

Penunjukan Letkol Inf Paulus Pandjaitan sebagai Aspemmil PTRI di Amerika Serikat menegaskan perpaduan antara pengalaman lapangan, kepemimpinan satuan elit, serta perspektif global yang dibutuhkan dalam diplomasi pertahanan modern. Dari pengabdian di satuan Kopassus hingga peran strategis di kancah internasional, langkah Paulus mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan memperkuat kepentingan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: merdeka.com

Pewarta: Redaksi//Tim

Pos terkait