Krimsus86.com, JAKARTA – Dinamika geopolitik global dinilai tidak selalu ditentukan oleh kesepakatan formal yang ditandai dengan perjanjian tertulis atau meja perundingan. Dalam konteks politik internasional kontemporer, sejumlah analis menilai bahwa kesepahaman tidak tertulis antarpemimpin dunia kerap terbentuk melalui sinkronisasi kepentingan strategis.
Salah satu wacana yang mencuat adalah narasi “Greenland for Trump, Ukraine for Putin”, yang dipahami bukan sebagai bentuk barter wilayah secara resmi, melainkan sebagai gambaran realpolitik modern dalam memanfaatkan momentum dan fokus kekuatan global.
Dalam perspektif tersebut, Greenland dipandang sebagai simbol kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan Arktik. Wilayah tersebut memiliki nilai penting dari sisi sumber daya alam, jalur pelayaran masa depan, serta posisi geopolitik yang memberi pengaruh signifikan terhadap Eropa. Langkah politik terkait Greenland dinilai lebih sebagai upaya menciptakan tekanan psikologis dan strategis terhadap mitra maupun rival, ketimbang ambisi kepemilikan jangka pendek.
Sementara itu, Ukraina tetap menjadi kepentingan utama Federasi Rusia. Kawasan tersebut dipandang strategis dalam konteks keamanan nasional, pengaruh regional, serta posisi Rusia sebagai aktor utama dalam percaturan global. Ketika perhatian negara-negara Barat terpecah pada berbagai isu, mulai dari kawasan Arktik, kebijakan perdagangan, hingga dinamika politik internal trans-Atlantik, tekanan terhadap Rusia dinilai melemah secara alami tanpa eskalasi konflik terbuka.
Dalam analisis tersebut, hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia digambarkan tidak sepenuhnya konfrontatif maupun kooperatif, melainkan saling memahami pola gerak masing-masing. Kedua negara besar tersebut dinilai memainkan peran di arena yang sama dengan strategi berbeda, namun saling memperhitungkan dampak kebijakan satu sama lain.
Narasi ini tidak dimaknai sebagai teori konspirasi, melainkan sebagai cerminan realpolitik versi minimalis, di mana tidak diperlukan kesepakatan tertulis untuk menghasilkan dampak nyata. Dalam geopolitik modern, perhatian dan fokus lawan dinilai menjadi komoditas strategis yang nilainya kian tinggi.
Para pengamat menilai bahwa fragmentasi perhatian Barat terhadap berbagai isu global justru menjadi faktor penentu dalam pergeseran keseimbangan kekuatan dunia saat ini.
Pewarta: DC






