Krimsus86.com, PALEMBANG – Dalam rangka memperkuat upaya deradikalisasi dan pencegahan paham radikalisme serta terorisme, Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satgas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan penyuluhan dan ceramah keagamaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang.
Kegiatan yang mengusung tema “Islam sebagai Rahmat” ini diikuti oleh pegawai rutan serta warga binaan. Penyuluhan dilaksanakan sebagai bagian dari pendekatan keagamaan yang moderat, humanis, dan menyejukkan guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai ajaran Islam yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, toleransi, keadilan, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam ceramah yang disampaikan, tim menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, yaitu agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Disampaikan pula bahwa segala bentuk kekerasan, ekstremisme, dan tindakan terorisme tidak sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kedamaian. Melalui pemahaman keagamaan yang benar dan moderat, diharapkan para pegawai serta warga binaan mampu membentengi diri dari pengaruh ideologi radikal dan tidak mudah terprovokasi oleh ajaran yang menyimpang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal, dinamis, humanis, kontekstual, dan abadi sepanjang masa. Ajaran Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT sebagai pedoman hidup manusia melalui Al-Qur’an, serta ditegaskan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir dan penutup para nabi sebelumnya.
Dalam konteks kebangsaan, disampaikan pula bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, agama, dan paham keagamaan yang merupakan fitrah manusia. Keberagaman tersebut bukan untuk mempertajam perbedaan, melainkan sebagai kekuatan untuk saling menghormati, menghargai, serta memperkaya potensi bangsa di mata dunia.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, ditandai dengan keaktifan peserta dalam menyimak materi serta berdiskusi. Melalui penyuluhan ini diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, cinta damai, dan komitmen menjaga persatuan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.
Pewarta:Rudi.H






