Analisis: Beberapa Faktor Ketegangan Amerika-Iran

Krimsus86.com, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi perhatian dunia internasional. Beberapa faktor utama diyakini menjadi alasan mengapa Amerika Serikat bersikap keras terhadap Iran, sebagaimana dikemukakan oleh sejumlah pengamat.

Pertama, posisi Iran yang menentang rezim Zionis dan kebijakan Amerika di kawasan Asia Barat. Iran menyatakan dukungan terhadap penghapusan rezim Zionis, sementara Amerika Serikat menegaskan komitmennya menjaga eksistensi Israel, sehingga menimbulkan friksi strategis antara kedua negara.

Berita Lainnya

Kedua, sistem pemerintahan Iran berbasis ulama dengan doktrin Wilayatul Fakih, di mana pemimpin tertinggi ditunjuk dari kalangan ulama. Amerika Serikat menilai sistem ini tidak demokratis, dan sering mengusulkan sistem sekuler dengan pemisahan agama dan politik. Iran menekankan bahwa sistemnya menggabungkan teokrasi dan demokrasi, dengan pemilu dan partisipasi rakyat sebagai bagian dari proses politik.

Ketiga, kemampuan Iran dalam pengembangan program nuklir. Meskipun Iran telah menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan terbuka untuk audit oleh Badan Energi Atom Internasional, Amerika Serikat tetap menunjukkan kekhawatiran terkait potensi pengembangan senjata nuklir, yang memicu ketegangan dan ancaman sanksi.

Para pengamat menekankan bahwa faktor utama ketegangan bukan semata-mata terkait agama atau aliran Syiah, mengingat beberapa negara berpenduduk mayoritas Syiah tetap memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat. Iran dianggap unik karena memiliki sikap politik dan kedaulatan yang konsisten terhadap kepentingan nasionalnya.

Ketegangan ini menjadi isu strategis penting dalam dinamika geopolitik Asia Barat dan menuntut perhatian serta analisis dari berbagai pihak terkait.

Reporter: DC

Editor: Tim Krimsus86.com

Pos terkait