Krimsus86.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan langkah pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Rapim Kemhan dan TNI Tahun 2026 tersebut bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pertahanan nasional serta menyusun strategi pertahanan negara yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam arahannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya penerapan strategi “Defensif Aktif” sebagai konsep utama pertahanan Indonesia. Strategi ini menekankan pada postur pertahanan yang kuat, siap siaga, dan profesional dalam menjaga kedaulatan negara, namun tetap menjunjung tinggi prinsip cinta damai dan stabilitas kawasan.
Selain itu, Rapim juga memfokuskan pembahasan pada sinkronisasi program kerja antara Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI untuk Tahun Anggaran 2026. Sinkronisasi ini diharapkan dapat menciptakan birokrasi pertahanan yang solid, efektif, dan efisien dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
Rapim tersebut turut menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penguatan geostrategi nasional dan percepatan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Pemerintah menargetkan TNI menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan mampu beradaptasi dengan tantangan peperangan masa depan, termasuk ancaman non-konvensional dan perkembangan teknologi militer global.
Melalui sinergi yang kuat antara otoritas sipil dan militer, Kementerian Pertahanan dan TNI berkomitmen untuk terus memperkokoh sistem pertahanan nasional sebagai jaminan stabilitas, keamanan, dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia.
Reporter: DC
Editor: Tim Krimsus86.com






