Krimsus86.com, Jakarta — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto memimpin Deklarasi Boyolali pada puncak peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Deklarasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menempatkan desa sebagai pelaku utama pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan nasional, khususnya di sektor ekonomi. Desa berkontribusi besar melalui penyediaan pangan, tenaga kerja, serta bahan baku industri yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama. Desa adalah kekuatan strategis bangsa dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Mendes Yandri.
Lebih lanjut, Mendes Yandri mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat desa untuk memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong lintas sektor. Hal tersebut dinilai penting guna mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan.
Deklarasi Boyolali menjadi tonggak penguatan komitmen nasional dalam pembangunan desa menuju Indonesia Emas 2045, dengan desa sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi, ketahanan sosial, dan pelestarian budaya.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini sekaligus menegaskan visi Kemendes PDT melalui semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat pembangunan dari pinggiran.
Narasumber: Kemendes PDT
Pewarta: Dapid KBR & Tim FRIC Muara Enim






