Krimsus86.com, ACEH TENGGARA – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kelalaian pembakaran sampah, yang kemudian merembet ke rumah-rumah warga akibat tiupan angin kencang.
Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WIB dan mengakibatkan 11 unit rumah terdampak, dengan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari tumpukan sampah di sekitar rumah warga. Kondisi angin yang cukup kencang menyebabkan api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan semi permanen di sekitarnya.
Mendapat laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara segera mengerahkan sembilan unit armada pemadam kebakaran dari Pos Mako Damkar dan Pos Kandang Mbelang ke lokasi kejadian.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.30 WIB setelah upaya pemadaman intensif oleh petugas gabungan yang dibantu gotong royong masyarakat,” ungkap Pusdalops BPBD Aceh Tenggara.
Data Kerusakan dan Dampak
Hasil kaji cepat BPBD Aceh Tenggara mencatat sebanyak 11 Kepala Keluarga (KK) dengan total 37 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal. Adapun rincian kerusakan bangunan sebagai berikut:
Rusak Berat (6 unit):
Rumah milik Manuarang, Saripudin, Sarinah, Hendri Sitanggang, Boru Pangaribuan, dan Boru Nababan.
Rusak Sedang (2 unit):
Rumah milik Zulkarnaen dan Sinto Winata.
Rusak Ringan (3 unit):
Rumah milik Zulnadi, Marisi, dan Hatta Nasution.
Meski kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Imbauan BPBD
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, MM, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan, terutama di kawasan permukiman padat. Kelalaian kecil dapat berakibat fatal,” tegasnya.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, BPBD Aceh Tenggara terus melakukan monitoring pascabencana serta menyiapkan langkah-langkah penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Penulis: Ramadan






