Krimsus86.com, Sekampung Udik, 15 Januari 2026 — Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidorejo memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar beberapa hari lalu mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik.
Saat dikonfirmasi oleh tim awak media di lampung Timur, Kepala SPPG Sidorejo menegaskan bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak sepenuhnya benar dan terjadi akibat kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara pihak SPPG dengan pihak sekolah, khususnya SMAN 1 Sekampung Udik.
Menurut Kepala SPPG Sidorejo, terkait pemberitaan mengenai pembagian uang insentif kepada guru, hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis (juknis) Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.
“Insentif yang diterima oleh pihak guru SMAN 1 Sekampung Udik merupakan bagian dari kerja sama yang telah diatur dalam juknis program MBG. Hal ini sah, memiliki dasar aturan, serta tercantum dalam Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP),” ujar Kepala SPPG Sidorejo.
Ia juga menjelaskan mengenai informasi distribusi 400 porsi makanan yang sempat dipersoalkan. Menurutnya, pada waktu tersebut sebagian siswa telah memasuki kalender libur sekolah, sehingga distribusi makanan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Memang benar kami mendistribusikan 400 porsi makanan siap saji. Sementara sisanya kami gantikan dalam bentuk makanan kering yang kemudian dibagikan kembali, sehingga total distribusi tetap berjumlah 800 porsi,” jelasnya.
Kepala SPPG Sidorejo menegaskan bahwa seluruh proses distribusi makanan bergizi dilakukan sesuai aturan dan komitmen untuk menyukseskan program pemerintah dalam rangka pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
“Pada prinsipnya, tidak ada intrik, tidak ada permainan anggaran antara pihak SPPG maupun pihak sekolah. Semua berjalan sesuai ketentuan dan diawasi berdasarkan juknis yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak SPPG Sidorejo dan pihak sekolah berharap agar ke depan tidak lagi muncul pemberitaan yang tidak berimbang. Kepala SPPG menekankan pentingnya komunikasi dan konfirmasi terlebih dahulu apabila terdapat kejanggalan atau hal-hal yang dianggap tidak sesuai.
“Jika ada hal yang dirasa kurang tepat, seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada kami sebelum memberikan pernyataan kepada media, agar tidak menimbulkan salah paham di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk penyelesaian, pihak SPPG Sidorejo dan pihak sekolah telah menggelar pertemuan bersama yang dihadiri oleh seluruh guru. Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa pemberitaan sebelumnya tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang ada di lapangan.
Dengan klarifikasi ini, pihak SPPG Sidorejo berharap masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang utuh dan komprehensif mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, serta mendukung keberlanjutan program demi kepentingan bersama.
(Tim Media Group PWDPI)






