Tapak Megalit Napu, Besoa, dan Bada: Warisan Besar Sulawesi Tengah untuk Dunia

Krimsus86.com, Poso – Kawasan Lembah Napu, Besoa, dan Bada di Sulawesi Tengah menyimpan salah satu warisan budaya prasejarah terbesar dan paling unik di Indonesia. Ketiga lembah yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu ini dikenal sebagai pusat tradisi megalitik dengan ribuan artefak batu yang telah bertahan selama ribuan tahun.

Bentang alam yang diselimuti kabut pagi dan hutan hujan tropis menjadi latar bagi ratusan hingga ribuan tinggalan megalitik berupa arca batu, kalamba (tempayan batu raksasa), menhir, dolmen, serta berbagai alat batu. Artefak-artefak tersebut tersebar di dataran aluvium dan perbukitan, membentuk lanskap budaya yang tidak hanya bernilai arkeologis, tetapi juga memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam.

Berita Lainnya

Kawasan Napu, Besoa, dan Bada merupakan rumah bagi salah satu konsentrasi budaya megalitik terpadat di Asia Tenggara. Berbagai penelitian arkeologi menunjukkan bahwa tinggalan tersebut berasal dari periode prasejarah yang hingga kini masih menyisakan banyak misteri, termasuk mengenai asal-usul pembuatnya, fungsi arca, serta makna simbolik dari kalamba yang berukuran besar dan berat.

Berdasarkan data survei resmi pemerintah, tercatat lebih dari 2.000 artefak megalitik yang tersebar di 118 situs pada empat kawasan utama, yakni Lembah Napu, Lembah Besoa, Lembah Bada, serta kawasan Palu–Lindu. Dari jumlah tersebut, Lembah Besoa menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yaitu sekitar 825 artefak yang tersebar di 32 situs, disusul oleh Lembah Napu dan Lembah Bada.

Keberadaan situs-situs megalitik ini menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat penting studi peradaban prasejarah di Indonesia. Para peneliti menilai bahwa warisan budaya ini tidak hanya bernilai nasional, tetapi juga berpotensi besar untuk diakui sebagai warisan dunia, apabila dikelola dan dilestarikan secara berkelanjutan.

Pelestarian, penelitian lanjutan, serta pengembangan edukasi dan pariwisata berbasis budaya dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan warisan megalitik Napu, Besoa, dan Bada agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Sulawesi Tengah kepada dunia.

Pewarta: Nofli

Sumber: Krimsus86.com

Pos terkait