Kepala Desa Terpilih Sukasari, Hj. Tarsitem, Meninggal Dunia Sebelum Pelantikan

Krimsus86.com – Indramayu, Jawa Barat – Suasana duka menyelimuti Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Kepala Desa (Kuwu) terpilih Desa Sukasari, Hj. Tarsitem, meninggal dunia pada Jumat, 2 Januari 2026, sebelum sempat menjalani pelantikan resmi.

Almarhumah meninggal dunia pada usia 46 tahun. Kabar duka ini dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam, mengingat almarhumah baru saja memperoleh amanah masyarakat setelah memenangkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) yang digelar pada 10 Desember 2025.

Berita Lainnya

Rumah duka yang berada di depan Balai Desa Sukasari dipadati pelayat sejak pagi hari. Warga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta doa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Perwakilan keluarga, Tarjono, menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas perhatian dan doa yang diberikan.

“Kami dari pihak keluarga memohon maaf apabila almarhumah semasa hidupnya terdapat kekhilafan, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir mendoakan almarhumah,” ujar Tarjono di rumah duka.

Menurut keterangan keluarga, sebelum meninggal dunia kondisi kesehatan Hj. Tarsitem sempat menurun dan sempat mengalami pingsan. Keluarga kemudian berupaya membawanya ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, almarhumah meninggal dunia di tengah perjalanan sekitar pukul 08.30 WIB.

Pihak rumah sakit menyatakan status almarhumah dead on arrival (DOA) karena meninggal dunia sebelum mendapatkan pemeriksaan medis. Hingga saat ini, penyebab pasti meninggal dunia belum dapat dipastikan secara medis.

Keluarga menduga kelelahan menjadi salah satu faktor, mengingat almarhumah memiliki aktivitas yang sangat padat pasca-Pilwu, termasuk kegiatan silaturahmi dan menjalani tradisi adat setempat berupa mengelilingi batas desa pada malam hari.

“Kegiatan tersebut cukup menguras tenaga. Namun itu dilakukan almarhumah karena sudah menjadi adat yang berlaku di desa ini,” tambah Tarjono.

Kepergian Hj. Tarsitem menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Sukasari yang menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan almarhumah. Amanah yang belum sempat dijalankan tersebut kini menjadi duka mendalam bagi seluruh warga.

Keluarga besar almarhumah memohon doa agar Hj. Tarsitem diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta diampuni segala khilafnya.

Sumber: Rumah Duka

Kontributor: Wardono HS, S.E

Korwil Jawa Barat

Pos terkait