Diduga Lambat, Proyek Drainase di Desa Purwodadi Belum Rampung Hingga Akhir Tahun

KRIMSUS86.COM – Lampung Selatan Sabtu 27 Desember  2025 – Proyek pembangunan drainase di Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, hingga memasuki akhir tahun 2025 dan menjelang tahun 2026, pekerjaan tersebut diduga belum terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pekerjaan di lokasi proyek tampak terhenti. Material bangunan terlihat masih berserakan di sekitar area pekerjaan. Sejumlah titik drainase belum tersambung sempurna, bahkan sebagian masih berupa galian tanpa penyelesaian lanjutan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas warga serta berpotensi menimbulkan genangan air saat musim hujan.

Berita Lainnya

Sejumlah warga Desa Purwodadi mengaku kecewa karena proyek drainase yang diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mencegah banjir belum bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal.

“Sudah cukup lama tidak ada aktivitas pekerjaan. Kami berharap proyek ini segera dilanjutkan dan diselesaikan karena drainase ini sangat dibutuhkan warga,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Pasalnya, proyek drainase ini diketahui mulai dikerjakan pada 21 Oktober 2025 dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Afadas Berkah Konstruksi dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp398.836.489,12.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Jatmiko, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa panjang total drainase yang direncanakan mencapai sekitar 650 meter dan pekerjaan ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2025.

“Untuk galian yang belum terpasang, itu difungsikan sementara untuk memperlancar pembuangan air hujan. Drainase yang dipasang permanen difokuskan pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Saat ini sisa pemasangan drainase sekitar 70 meter, selebihnya tinggal tahap finishing,” jelas Jatmiko.

Meski demikian, masyarakat Desa Purwodadi berharap instansi terkait tetap melakukan pengawasan secara maksimal hingga proyek benar-benar rampung. Warga meminta agar pembangunan drainase tersebut diselesaikan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku, mengingat proyek ini dibiayai dari anggaran daerah dan menyangkut kepentingan publik.

(M. Dahlan)

Pos terkait