25/12/2025 Aceh Tenggara krimsus86.com Kegiatan pelatihan budi daya kakao yang diadakan oleh Dinas Pertanian Aceh Tenggara (Agara) di nilai sebagai pemborosan anggaran oleh beberapa pihak, Pelatihan yang menghabiskan dana 600 juta rupiah ini dianggap tidak efektif dan tidak memberikan hasil yang signifikan bagi petani kakao.
“Biaya yang dikeluarkan terlalu besar, tapi hasilnya tidak terlihat. Apakah ini tidak termasuk pemborosan anggaran?” ujar salah satu warga yang tidak mau di sebut kan identitas nya ini.
Lanjut disambung warga ini kembali, mendingan anggaran yang besar ini di beli kan saja untuk bibit, karena paska banjir melanda banyak nya petani jagung dan padi pada merugi akibat luapan banjir baru baru ini, kami selaku petani bulan depan mungkin akan membutuh bibit tersebut. Baik padi atau pun jagung.
Di sini media krimsus86.com sempat meminta keterangan dari ppk dinas pertanian ( jul ) kami sempat menghubungi dari via tlpn watsap, di sini ppk tidak mau memberikan keterangan lebih dalam mengenai kegiatan tersebut, hanya saja menyebut kan untuk sekali ini honor kami saja baik kepala dinas, kabid perkebunan, atau saya ,tidak terbanyar tegasnya angka dari kegiatan tersebut yaitu 600 juta rupiah selama 5 hari” ujar nya
di tengah comfirmasi, ppk ini tidak mau melanjut kan, bahkan dia menyeran kan hububgi Hendra kabid perkebunan, sebelum menghubungi ppk ini kami sudah menghubungi kabid perkebunan namun tidak di angkat, bahkan chat pun tidak di bls.
Dinas Pertanian Agara belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik ini. Namun, beberapa petani kakao menyanyang kan kegiatan yg tidak ada manfaat nya ini.
Penulis : TOMI PASLA S. pd.
Editor : team krimsus86.com






