Menjemput Harapan: Puskesmas Purwasari Hadir di Tengah Warga Delapan Desa

Krimsus86.com | Karawang —
Pelayanan kesehatan sejatinya tak selalu menunggu warga datang. Di Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Puskesmas Purwasari justru memilih melangkah lebih dekat, menyusuri rumah-rumah warga di delapan desa demi memastikan hak dasar kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.Selasa, 23 Desember 2025,

Mantri Sanusi, salah satu petugas lapangan Puskesmas Purwasari, tampak melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seorang warga Desa Karangsari, yang diketahui merupakan orang tua dari Gaos, Kepala Desa Karangsari.

Sebuah simbol bahwa pelayanan kesehatan hadir tanpa sekat, menyentuh siapa pun yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, Sanusi bersama enam mahasiswi Universitas Sehati Indonesia yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kehadiran mereka menambah tenaga sekaligus semangat dalam melayani warga, termasuk masyarakat Desa Kalangsari yang turut mendapat pendampingan.

“Sampai hari ini sudah 61 rumah warga penderita yang kami bantu, mulai dari ODGJ, lansia, hingga penderita stroke, yang tersebar di delapan desa,” ujar Sanusi.
Ia mengungkapkan, penyakit stroke masih menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui di wilayah Kecamatan Purwasari. Sementara itu, sekitar 90 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) baru dapat terdata dan memperoleh pendampingan. Melalui kegiatan jemput bola ini, Sanusi berharap masyarakat yang memiliki keterbatasan dapat terdorong untuk rutin datang ke puskesmas setiap bulan guna memeriksakan kondisi kesehatannya.

Di sisi lain, para mahasiswi keperawatan yang terlibat mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari praktik lapangan tersebut.

“Kami baru praktik di Puskesmas Purwasari. Praktik ini kami jalani selama dua minggu, dan kami ingin benar-benar berkontribusi dalam menjalankan tugas keperawatan,” ungkap salah satu mahasiswi.

Dengan penuh harapan, mereka menyampaikan niat tulus untuk hadir di tengah masyarakat.

“Kami ingin membantu warga, yang tadinya sakit menjadi sehat, dan yang sehat menjadi semakin sehat,” lanjutnya.

Giat Puskesmas Purwasari ini menjadi potret nyata pelayanan kesehatan yang humanis—hadir bukan hanya dengan obat dan alat medis, tetapi juga dengan empati, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat di pelosok desa.

(Red)*