MONUMEN TITIK 0 KILOMETER INDRAMAYU BARAT RESMI BERDIRI, SIMBOL DIMULAINYA PEMBANGUNAN WILAYAH INDRAMAYU BARAT

Indramayu, Jawa Barat | Senin, 22 Desember 2025

Krimsus86.com Monumen Titik Nol Kilometer Indramayu Barat resmi berdiri di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya. Pendirian tugu tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan wilayah Indramayu Barat yang diusulkan untuk mekar dari Kabupaten Indramayu sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Berita Lainnya

Lokasi monumen berada di wilayah yang direncanakan menjadi pusat ibu kota calon Kabupaten Indramayu Barat. Hal ini sesuai dengan hasil kajian akademik Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2021 yang merekomendasikan Kecamatan Kroya sebagai pusat pemerintahan karena letaknya yang strategis.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan bahwa pembangunan Tugu Titik Nol Kilometer telah rampung dan menjadi penanda penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Indramayu Barat.

“Alhamdulillah pembangunan Tugu 0 Kilometer Indramayu Barat sudah selesai. Pada tanggal 22 Desember ini kami berencana datang ke lokasi untuk berdoa bersama,” ujar Lucky Hakim, Jumat (19/12/2025).

Menurut Lucky, keberadaan tugu tersebut merupakan wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendukung aspirasi masyarakat Indramayu Barat untuk membentuk daerah otonomi baru. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan pemekaran sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Sambil menunggu keputusan, kami tetap berjalan,” tegasnya.

Lucky menjelaskan bahwa monumen tersebut merupakan tonggak awal sejarah Indramayu Barat. Untuk menjadi daerah yang mandiri, diperlukan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, lanjut Lucky, berkomitmen memperkuat perekonomian Indramayu Barat melalui pengembangan kawasan industri di sejumlah kecamatan seperti Sukra, Gantar, Eretan, dan Kandanghaur, seiring dengan proses penyesuaian tata ruang wilayah.

“Kami ingin memastikan ketika nanti moratorium dibuka dan Indramayu Barat mekar, wilayah ini sudah siap secara ekonomi dan pembangunan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan industri tidak akan mengorbankan sektor pertanian yang selama ini menjadi kekuatan utama Indramayu Barat. Justru, produktivitas pertanian akan terus ditingkatkan melalui optimalisasi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

“Walaupun ada lahan yang digunakan untuk industri, produktivitas pertanian tetap bisa meningkat. Contohnya, satu hektare sawah bisa menghasilkan hingga 12 ton padi,” jelasnya.

Diketahui, wilayah Indramayu Barat yang diusulkan sebagai DOB meliputi Kecamatan Kroya, Haurgeulis, Gantar, Gabuswetan, Terisi, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Sukra, dan Patrol. Saat ini, proses pemekaran masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.

Liputan: Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya

Reporter: Wardono Hs., S.E.

Korwil Jawa Barat | Krimsus86.com

Pos terkait